Makin Canggih! Pesawat Tempur AS Bisa Bertempur Tanpa Pilot
JAKARTA, investortrust.id - Pertempuran udara terjadi antara jet berawak dan F-16 modifikasi yang dikendalikan oleh mesin kecerdasan buatan (artificial intelligence), dalam sebuah terobosan uji coba, demikian disampaikan militer Amerika Serikat yang dikutip Newsweek.com, Sabtu (20/4/2024).
Pesawat F-16D X-62A dua tempat duduk yang telah dimodifikasi habis-habisan, yang disebut dengan Variable-stability In-flight Simulator Test Aircraft (VISTA), berhadapan langsung dengan pesawat F-16 lainnya. Pihak militer Amerika mengatakan bahwa tes tersebut telah menunjukkan bagaimana machine learning dapat mengubah cara pertempuran di angkasa antara dua pesawat tempur yang terlibat dalam peperangan (dog fight).
Rekaman yang dirilis pada hari Rabu (17/4/2024) oleh Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan (the U.S. Defense Advanced Research Projects Agency/DARPA) AS menunjukkan kedua jet tersebut bermanuver di langit mengelilingi satu sama lain dengan kecepatan hingga 1.200 mil per jam. Pesawat yang terbang mandiri ini melakukan manuver defensif dan ofensif, mendekati jarak 2.000 kaki dari pesawat berawak.
Hasil rekaman tersebut merupakan bagian dari pengujian yang dilakukan dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards, Kern County, California, September lalu. Militer AS tidak mengungkapkan F-16 mana yang lebih unggul dalam pertempuran udara dalam jarak visual, yang biasa disebut sebagai “dogfighting”.
Uji coba tersebut merupakan terobosan besar dalam program Air Combat Evolution, atau “ACE” DARPA, yang telah mengembangkan sistem tempur otonom dengan pesawat yang dikendalikan AI, sejak dimulai pada tahun 2019, demikian dilaporkan The Debrief yang dikutip Newsweek.
“Segala sesuatunya berjalan dengan baik, atau lebih cepat dari yang kami harapkan,” kata Letkol Ryan Hefron, manajer program ACE untuk DARPA kepada wartawan pada hari Jumat (19/4/2024). Namun demikian Hefron menolak memberikan teknis uji coba dogfighting tersebut. “Kami tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut,” ujarnya.
Frank Kendall, sekretaris Angkatan Udara AS mengatakan dalam sebuah video yang dirilis oleh DARPA, bahwa Tim X-62A telah menunjukkan bagaimana machine learning-based autonomy dapat digunakan dengan aman untuk manuver tempur yang dinamis.
Dalam video yang sama, Hefron mengatakan bahwa tahun 2023 adalah tahun "ACE mewujudkan (aksi) machine learning di udara menjadi kenyataan."
Program ACE, yang dimulai pada bulan Desember 2022, telah melakukan 21 uji penerbangan, dan telah melakukan lebih dari 100,000 jalur perubahan perangkat lunak yang penting bagi penerbangan pesawat tempur AI.
Sebelumnya Kendall mengatakan pada sidang Senat AS pada bulan April bahwa ia akan “menerbangkan F-16 yang diterbangkan secara otonom akhir tahun ini,” di mana akan ada pilot yang hanya mengawasi bagaimana teknologi tersebut bekerja. “Mudah-mudahan, baik dia (pilot) maupun saya tidak perlu menerbangkan pesawat tersebut,” kata Kendall.
Sementara itu Bill Gray, kepala pilot uji di USAF Test Pilot School mengatakan bahwa Program X-62 Ace lebih dari sekedar pertempuran udara.
“Dogfight adalah masalah yang harus dipecahkan sehingga kita bisa mulai menguji sistem kecerdasan buatan yang otonom di udara,” kata Gray dalam video tersebut. Ia pun menegaskan bahwa uji coba yang dilakukan bisa mencakup segala tugas pertempuran pada pesawat tempur. “Penelitian sistem otonom ini berlaku untuk setiap tugas Anda berikan,” ujarnya.

