Yield Obligasi Pemerintah AS Melonjak Setelah Pernyataan The Fed
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak pada Rabu (30/7/2025) setelah Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kehati-hatiannya terhadap potensi inflasi akibat tarif impor baru yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump.
Di saat The Fed tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%–4,50%, pasar obligasi bereaksi terhadap sinyal bahwa pemangkasan suku bunga belum akan terjadi dalam waktu dekat.
Baca Juga
Tak Terpengaruh Tekanan Trump, The Fed Kembali Pertahankan Suku Bunga
Dikutip dari CNBC, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik 4,2 basis poin menjadi 4,37%. Imbal hasil obligasi 2 tahun naik 6,6 basis poin ke 3,941%, sementara imbal hasil obligasi 30 tahun bertambah 3 basis poin menjadi 4,898%.
The Fed pada hari Rabu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga federal funds di kisaran 4,25%–4,5%, posisi yang sudah bertahan sejak Desember lalu, meskipun ada desakan dari Presiden Donald Trump untuk memangkas suku bunga. Wall Street memang telah memperkirakan tidak ada perubahan kebijakan.
Federal Open Market Committee (FOMC), badan yang menetapkan suku bunga pinjaman overnight, memilih dengan suara 9-2 untuk tetap menahan suku bunga. Gubernur Michelle Bowman dan Christopher Waller menentang keputusan tersebut—menjadi kali pertama sejak 1993 dua anggota dewan menyatakan dissent. Bowman dan Waller mendorong pelonggaran kebijakan untuk menghindari potensi pelemahan pasar tenaga kerja.
Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers pasca-pertemuan menyatakan bahwa pembuat kebijakan akan menunggu dan memastikan bahwa tarif impor tidak berkembang menjadi “inflasi serius.”
Baca Juga
Powell Akui Pemangkasan Bunga Fed Tertahan Gara-Gara Tarif Trump
“Kami belum membuat keputusan apa pun untuk September,” kata Powell, merujuk pada pertemuan FOMC berikutnya. “Kami tidak membuat keputusan itu jauh-jauh hari.” Powell menambahkan bahwa para pengambil kebijakan akan meninjau data inflasi dan pasar tenaga kerja selama dua bulan ke depan, dan semua informasi lain yang diterima saat membuat keputusan.
Sebelumnya pada hari Rabu, data produk domestik bruto (PDB)—yang mencerminkan total aktivitas barang dan jasa di ekonomi AS—melonjak pada laju tahunan 3% untuk periode April hingga Juni, melampaui proyeksi ekonom sebesar 2,3% menurut survei Dow Jones terhadap estimasi Wall Street. Kuartal kedua ini menandai kebangkitan ekonomi setelah mengalami kontraksi sebesar 0,5% pada kuartal pertama.

