Sentimen Ketidakpastian Tarif China dan The Fed Tekan Wall Street, Dow Merosot 200 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham AS tertekan pada penutupan Selasa waktu setempat atau Rabu (30/7/2025) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mundur dari puncaknya seiring terhentinya pembicaraan dagang AS-China dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Investor mulai mengambil posisi aman setelah reli besar sejak April.
Baca Juga
Pembicaraan Dagang AS-China Masih Menggantung, Keputusan Perpanjangan Ada di Tangan Trump
S&P 500 terkoreksi 0,30% ke 6.370,86, sedangkan Nasdaq turun 0,38% ke 21.098,29. Kedua indeks sempat menyentuh rekor tertinggi baru di awal sesi. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 204,57 poin atau 0,46% ke level penutupan 44.632,99. Tekanan jual meningkat pada satu jam terakhir perdagangan, yang sempat membawa S&P 500 ke posisi terendah sesi.
Investor memangkas sebagian posisi pada aset berisiko setelah pasar saham menguat tajam dalam beberapa bulan terakhir dari titik terendah April, didorong oleh kemajuan pembicaraan dagang antara AS, Jepang, dan Uni Eropa. Namun, pembicaraan dengan Tiongkok lebih tidak pasti, dengan negosiator AS mengakhiri negosiasi dengan mitra Beijing pada hari Selasa, sementara kemungkinan perpanjangan jeda kenaikan tarif terhadap Tiongkok masih belum jelas. Para negosiator juga menyebutkan bahwa jeda tersebut belum akan resmi hingga Presiden Donald Trump memberikan persetujuan.
Pelaku pasar juga mencermati laporan keuangan yang beragam pada hari Selasa. Saham Boeing turun lebih dari 4% meskipun perusahaan mencatat laba yang solid dan berhasil mengirimkan jumlah pesawat terbanyak sejak 2018. Procter & Gamble ditutup sedikit lebih rendah meski memberikan proyeksi pendapatan tahunan yang lebih baik dari perkiraan dan menunjuk eksekutif internal sebagai CEO baru.
Sejumlah laporan keuangan korporasi lainnya tidak memenuhi ekspektasi. Raksasa pengiriman dan barometer konsumen UPS melaporkan laba yang meleset dan tidak memberikan panduan kinerja. Whirlpool meleset dari estimasi analis untuk kuartal kedua dan memangkas dividen. Saham UPS turun lebih dari 10%, sedangkan Whirlpool anjlok 13%.
Pekan ini menjadi periode penting untuk laporan keuangan korporasi, dengan nama-nama besar dalam “Magnificent Seven” seperti Meta Platforms, Microsoft, Apple, dan Amazon dijadwalkan melaporkan hasil pada hari Rabu dan Kamis. Hingga kini, 199 perusahaan dalam indeks S&P 500 telah melaporkan kinerjanya, dan hampir 82% di antaranya melampaui ekspektasi laba, menurut data FactSet.
Keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu turut membebani pasar saham. Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25% hingga 4,5%.
Baca Juga
Wall Street Tunggu Keputusan The Fed, Investor Cenderung ‘Wait and See’
“Pasar telah mencatat kenaikan kuat dan kini memasuki fase konsolidasi. Beberapa indikator teknikal mengisyaratkan kemungkinan koreksi,” jelas Jay Woods, kepala strategi global di Freedom Capital Markets, seperti dikutip CNBC. “Ini adalah jeda, periode untuk fokus pada saham-saham individual yang digerakkan oleh laporan laba, sementara pasar secara umum memantau bagaimana narasi The Fed berkembang,” urainya.
Woods berharap akan mendapat kejelasan tentang arah kebijakan moneter AS setelah konferensi pers The Fed Rabu.
Investor juga akan mencermati sederet data ekonomi pekan ini, termasuk laporan produk domestik bruto (PDB) dan data tenaga kerja sektor swasta yang dijadwalkan rilis Rabu. Wall Street akan menutup pekan yang penuh data ini dengan laporan penting ketenagakerjaan bulan Juli pada hari Jumat.

