Anindya Bakrie Harap Transisi Energi Bisa Jadi Peluang Membuat Indonesia Lebih Maju
DAVOS, investortrust.id – Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, berharap transisi energi bisa menjadi peluang Indonesia lebih maju.
Hadir dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Anindya Bakrie menjelaskan soal long term strategic for climate nature and energy yang jadi salah satu fokus pembahasan.
Menurut Anindya Bakrie, ada tiga hal yang dibahas yang semuanya penting untuk Indonesia karena sangat identik dengan climate change. “Buat Indonesia tiga-tiganya sangat penting. Kalau yang pertama kan mengenai climate. Kita menyaksikan 2023 adalah tahun yang paling panas sepanjang sejarah,” kata Anindya Bakrie dalam tayangan video yang diterima investortrust.id.
Baca Juga
Diskusi WEF Davos Soroti Biodiversitas Laut, Ini Kata Bos Bakrie & Brothers
Hal kedua adalah nature (alam). Anindya Bakrie menyebut Indonesia memang gudangnya alam. Flora dan fauna Indonesia luar biasa. Bukan saja di atas tanah dengan hutannya, melainkan juga di bawah laut dengan rumput laut dan karang.
“Jadi, nature itu sangat penting. Apalagi Indonesia, 70% manusianya tinggal di tepi laut. Jadi, isu-isu kenaikan level laut, perikanan, sampai ada yang gagal panen, itu menjadi sangat penting. Kalau kita tinggal di global south, humiditasnya sangat tinggi, itu jadi riskan,” ujar Anindya Bakrie.
Selain climate dan nature, hal ketiga yang dibahas adalah energi. Menurut Anindya Bakrie, energi jelas merupakan karbon yang selama ini menggunakan fossil fuel. “Dengan adanya pendanaan dan teknologi baru, mudah-mudahan kali ini bisa benar-benar jalan karena teknologi juga sudah membaik, harga sudah semakin turun,” kata Anindya Bakrie.
Baca Juga
“Tadi saya bicara dengan salah stau teman dari UEA mengatakan 15 tahun lalu harganya 44 sen dolar per KWH sekarang tinggal 4 sen dolar. Bahkan katanya sebentar lagi bisa sampai 1,4 sen dolar untuk solar energy. Ini yang membuat modern technology, hal-hal yang tadinya tidak mungkin, bisa jadi mungkin,” beber Anindya Bakrie.
Anindya Bakrie kemudian memberikan harapannya terhadap apa yang dibahas di Davos supaya bisa diwujudkan. Sebab, ini akan berpengaruh terhadap umat manusia.
“Saya berharap mudah-mudahan, kalau kita bicara transisi energy, bukan hanya bicara keberlanjutan atau kestabilan energy. Tapi, bicara juga tentang isu eksklusivitas dan keadilan. Karena bagaimana pun juga energi ini tidak bisa meninggalkan orang yang sekarang pun masih berada di bawah rata-rata kemiskinan,” tutup Anindya Bakrie.
Baca Juga
Para Tokoh Penting Dunia Hadiri WEF Davos, Ada Pengusaha Indonesia

