Merajalela! Korban Peretasan Server Microsoft Bertambah hingga 400 Organisasi
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Sekitar 400 organisasi global telah menjadi korban kampanye spionase siber yang mengeksploitasi celah keamanan pada perangkat lunak server Microsoft SharePoint. Jumlah ini melonjak tajam dari 100 korban yang dilaporkan akhir pekan lalu.
Data tersebut dikumpulkan oleh perusahaan keamanan siber asal Belanda, Eye Security, berdasarkan artefak digital yang ditemukan selama pemindaian server yang rentan. Namun, angka tersebut dinilai masih belum mencerminkan keseluruhan dampak.
“Ada banyak korban lainnya karena tidak semua jalur serangan meninggalkan artefak yang bisa kami pindai,” kata Chief Hacker Eye Security, Vaisha Bernard, dikutip dari Reuters, Kamis (24/7/2025).
Baca Juga
Serangan Siber Targetkan Server Microsoft, Waduh! 100 Organisasi Jadi Korban
Ia menyebutkan bahwa kampanye ini merupakan salah satu yang paling luas dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu institusi besar yang terdampak adalah National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat. Juru bicara NIH membenarkan bahwa salah satu server mereka telah dibobol dan beberapa server lainnya kini diisolasi sebagai tindakan pencegahan.
Serangan ini bermula dari celah keamanan di Microsoft SharePoint yang belum ditambal sepenuhnya, yang memicu kepanikan internal di kalangan pengguna korporasi global. Microsoft baru melakukan perbaikan setelah kerentanan itu mulai dimanfaatkan secara aktif oleh peretas.
Microsoft dan Alphabet (induk perusahaan Google) menyatakan bahwa peretas yang mengeksploitasi celah ini termasuk kelompok asal China. Namun, pemerintah Beijing membantah tuduhan keterlibatan tersebut.
Baca Juga
Eye Security menjadi salah satu yang pertama mendeteksi dan mengungkap skala serangan ini, menyebut bahwa banyak organisasi belum menyadari bahwa mereka sudah dibobol. Hal ini membuat risiko kebocoran data semakin tinggi jika tidak segera ditangani.
Dengan cakupan korban yang terus bertambah, kampanye ini menunjukkan betapa rentannya sistem digital terhadap serangan berskala besar. Perusahaan global pun kini diimbau untuk segera memutakhirkan sistem keamanan mereka, terutama yang menggunakan SharePoint versi lama.

