Wall Street Rebound: Dow Jones Melonjak 200 Poin Lebih, S&P 500 dan Nasdaq Terdongkrak Saham Teknologi
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) rebound pada penutupan perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (23/04/2024). Tiga indeks utama menguat, Dow Jones melonjak 200 poin lebih.
Baca Juga
Saham Berjangka AS Naik Setelah Mayoritas Indeks Utama Wall Street Terjungkal
Saham-saham menguat, memulihkan pijakannya setelah melewati minggu yang sulit. Penguatan indeks dipicu oleh kebangkitan saham-saham teknologi dan meredanya ketegangan di Timur Tengah. Para trader juga menantikan rilis pendapatan perusahaan besar.
Dow Jones Industrial Average naik 253,58 poin, atau 0,67%, menjadi ditutup pada 38.239,98. S&P 500 diperdagangkan 0,87% lebih tinggi untuk menyelesaikan sesi pada 5,010.60, sedangkan Nasdaq Composite naik 1,11% menjadi 15,451.31. Baik S&P 500 dan Nasdaq mengakhiri penurunan enam hari berturut-turut.
Saham pembuat chip dan kecerdasan buatan Nvidia naik 4,4%, memantul dari aksi jual hampir 14% minggu lalu, yang terburuk sejak September 2022. Arm Holdings juga melesat hampir 7%.
Harga minyak mentah AS merosot setelah Iran mengatakan tidak akan meningkatkan konflik dengan Israel. Investor khawatir harga minyak yang lebih tinggi dapat berkontribusi terhadap inflasi, sehingga menyebabkan Federal Reserve menunda pemotongan suku bunga.
“Mungkin ada dua dinamika yang terjadi di balik membaiknya pasar saham global… penurunan harga emas dan minyak, dan kestabilan (bukan kenaikan) USD. Pertama, kekhawatiran mengenai meluasnya perang regional di Timur Tengah telah memudar. Pergerakan menjauh dari konflik yang lebih luas, dan kembali ke perang bayangan, mungkin menjadi alasan mengapa imbal hasil obligasi AS lebih tinggi saat ini.” papar Thierry Wizman, ahli strategi FX dan kurs global di Macquarie, seperti dikutip CNBC internasional.
Laporan pendapatan dan data
Perusahaan termasuk Tesla, Meta Platforms, American Airlines, Microsoft dan Alphabet siap untuk melaporkan pendapatan minggu ini.
“Laporan pendapatan tersebut kemungkinan besar akan menentukan apakah aksi jual teknologi berakhir atau berlanjut atau mungkin kita terus melihat investor membedakan prospek pertumbuhan untuk beberapa perusahaan dengan pertumbuhan terkemuka yang telah memimpin pasar selama beberapa tahun terakhir,” kata Chris Fasciano, manajer portofolio di Commonwealth Financial Network.
Ada beberapa berita yang ditunggu akhir minggu ini. PDB yang akan dirilis pada hari Kamis dan pembacaan inflasi utama pada hari Jumat, ketika Departemen Perdagangan melaporkan data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi untuk bulan Maret. Deflator PCE adalah alat pengukur inflasi pilihan The Fed.
The Fed akan mengadakan pertemuan lagi pada tanggal 30 April hingga 1 Mei, dan para pejabat kini berada dalam masa tenang menjelang pertemuan tersebut.
Baca Juga
Nasdaq Anjlok 2% Lebih dan S&P 500 Jatuh di Bawah 5.000, tapi Dow Jones Menguat

