Setelah IEU-CEPA Kelar, Pemerintah Bakal Kejar Keanggotaan OECD dan CPTPP
Poin Penting
|
PARIS, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mengejar penyelesaian Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CP-TPP) setelah rampungnya penandatanganan Indonesia-European Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Selain itu, Indonesia juga akan terus merampungkan dokumen untuk aksesi Organisation for Economic Cooperation and Development atau OECD.
“Setelah IEU-CEPA, CPTPP, kemudian kita perkuat RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership)” kata Airlangga di Paris, Perancis, dikutip Rabu (16/7/2025) waktu Indonesia.
Airlangga mengatakan pemerintah telah menyiapkan diri untuk masuk dalam keanggotaan CPTPP. Organisasi ini beranggotakan 12 negara, termasuk negara-negara Amerika Latin.
“Artinya, kita akan membuka lebih banyak pasar. Ini membuka lebih banyak pasar saat sekarang,” ujar dia.
Upaya mendiversifikasi pasar ekspor Indonesia menjadi kebutuhan penting. Menurut Airlangga, Indonesia perlu diversifikasi pasar ke negara-negara di luar AS.
Baca Juga
Hashim: Indonesia Diuntungkan dengan Rampungnya IEU-CEPA, Sawit Tak Kena Sanksi
Selain mempersiapkan diri untuk CCPTP, pemerintah juga serius mengikuti proses askesi OECD. Airlangga menyebut pemerintah telah memasukkan initial of memorandum ke OECD.
“80% sudah comply. Kalau 80% sudah itu kita harapkan 2-3 tahun lagi prosesnya bisa mengikuti,” jelas dia.
Masih menurut Airlangga, proses finalisasi IEU-CEPA saat ini tengah berlangsung. Indonesia dan Uni Eropa tengah menyelesaikan proses legal drafting. Proses ini dijadwalkan rampung pada September 2025.
Setelah selesai, dokumen itu akan ditandatangi perwakilan pemerintah Indonesia dan Uni Eropa dan akan diterjemahkan ke 24 bahasa dari 27 negara anggota Uni Eropa.
“Dengan tanda tangan itu masuk ke parlemen Eropa dan Indonesia, begitu dua parlemen ratifikasi, itu (kesepakatan) jalan,” kata dia.

