Korban Banjir di Selatan China Dihantui 70 Ekor Buaya yang Lepas
JAKARTA, Investortrust.id - Hujan deras yang melanda selatan China telah menewaskan setidaknya tujuh orang dan menyebabkan puluhan buaya melarikan diri dari sebuah penangkaran.
Hujan yang tak henti-hentinya selama beberapa hari akibat sisa-sisa bekas Taifun Haikui telah menyebabkan lebih dari 100 lokasi tanah longsor, membuat sekitar 1.360 warga terperangkap di tengah banjir, dan menewaskan setidaknya tujuh orang di selatan China, demikian dilansir ABC.net.au, Selasa (12/9/2023).
Baca Juga
Curah Hujan Tertinggi dalam 140 Tahun, Hong Kong Terendam Banjir
Sementara itu penduduk di sekitar penangkaran di Maoming diimbau untuk tetap di rumah setelah lebih dari 70 buaya lepas. Maomingadalah sebuah kota di pantai di provinsi Guangdong bagian barat.
Seorang pejabat kedaruratan mengatakan bahwa 69 buaya dewasa dan enam anak buaya telah lolos dari penangkaran. Beberapa di antaranya sudah berhasil ditangkap, tetapi operasi itu sulit dilakukan karena kedalaman danau tempat mereka bersembunyi.
Lebih jauh di barat, di kota Yulin, tujuh orang meninggal dan tiga orang hilang setelah ratusan lokasi tanah longsor telah menghancurkan jalan dan mencabut pohon, sehingga otoritas setempat mengeluarkan peringatan di jalan raya nasional dan provinsi.
Lebih ke selatan, dekat pantai, kota Beihai digenangi air yang meluas. Air terlihat menggenang hingga setinggi paha orang dewasa. Sementara itu sekitar 1.360 orang terjebak.
Otoritas pengawas kota meningkatkan peringatan badai hingga yang tertinggi dalam sistem peringatan empat tingkat setelah lebih dari 101 milimeter hujan turun dalam tiga jam pada Selasa pagi (12/9/2023)
Otoritas penanggulangan bencana setempat juga mengingatkan risiko banjir bandang, bencana geologi, dan genangan air di daerah perkotaan dan pedesaan.
Pekan lalu Taifun Haikui telah mengakibatkan kerusakan di kota padat penduduk Shenzhen, mengakibatkan hujan terlebat sejak tahun 1952. Sementara kawasan tetangganya, Hong Kong juga dilanda badai terburuk dalam 140 tahun. Pemimpin Hong Kong John Lee mengatakan pemerintah akan mendirikan dana bantuan darurat untuk membantu mereka yang terdampak oleh banjir.

