Surat Tarif Siap Meluncur, Trump : Surat ke 12 Negara Sudah Ditandatangani
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan telah menandatangani surat kepada 12 negara, yang menjabarkan berbagai level tarif atas barang-barang yang mereka ekspor ke AS. Surat dengan tawaran "take it or leave it" itu akan dikirimkan pada hari Senin.
Baca Juga
‘Deadline’ Makin Dekat, AS Akan Kirim Surat Pemberitahuan Tarif ke Mitra Dagang Global
Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One dalam perjalanannya ke New Jersey, Sabtu (5/7/2025), Trump menolak menyebutkan nama negara-negara yang terlibat, dan mengatakan informasi tersebut akan diumumkan pada hari Senin.
Trump sebelumnya pada Kamis mengatakan kepada wartawan bahwa ia mengharapkan gelombang pertama surat dikirim pada Jumat, yang merupakan hari libur nasional di AS. Namun tanggal pengiriman kini bergeser.
Dalam perang dagang global yang telah mengguncang pasar keuangan dan membuat para pembuat kebijakan berlomba-lomba melindungi ekonominya, Trump pada April mengumumkan tarif dasar 10% serta tambahan untuk sebagian besar negara, dengan tarif tambahan mencapai hingga 50%.
Namun, semua tarif tambahan di luar 10% tersebut kemudian ditangguhkan selama 90 hari untuk memberikan waktu negosiasi. Masa tenggang itu akan berakhir pada 9 Juli, dan Trump mengatakan tarifnya bisa naik lebih tinggi — hingga 70% — dengan sebagian besar akan berlaku mulai 1 Agustus.
"Saya sudah menandatangani beberapa surat dan akan dikirim Senin, kemungkinan dua belas," ujar Trump saat ditanya soal tarif, seperti dikutip CNBC. "Besarannya berbeda-beda, tarifnya juga berbeda-beda," tambahnya.
Trump dan penasihat seniornya sebelumnya berencana memulai negosiasi dengan puluhan negara mengenai tarif, namun Presiden AS itu kini mulai kehilangan keyakinan terhadap proses tersebut setelah serangkaian hambatan, termasuk dari Jepang dan Uni Eropa.
Ia menyinggung hal itu secara singkat pada Jumat malam, mengatakan kepada wartawan:
"Surat lebih baik, jauh lebih mudah mengirim surat." Trump tidak menyinggung lagi perkiraannya sebelumnya bahwa beberapa perjanjian perdagangan akan tercapai sebelum tenggat 9 Juli.
Perubahan strategi Gedung Putih mencerminkan tantangan dalam menyelesaikan kesepakatan perdagangan, baik terkait tarif maupun hambatan non-tarif seperti larangan impor produk pertanian, terutama dalam tenggat yang dipercepat.
Sebagian besar perjanjian perdagangan di masa lalu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dirundingkan.
Perjanjian yang tercapai sejauh ini adalah dengan Inggris, yang menyepakati tarif tetap 10% dan mendapat perlakuan khusus untuk sektor seperti otomotif dan mesin pesawat, serta dengan Vietnam, yang memangkas tarif menjadi 20% dari ancaman tarif sebelumnya sebesar 46%. Beberapa produk AS juga akan diizinkan masuk ke Vietnam tanpa bea masuk.
Baca Juga
AS dan Inggris Umumkan Kesepakatan Dagang, tapi Soal Baja Masih 'Menggantung'
Sementara itu, kesepakatan yang diharapkan dengan India belum terwujud, dan para diplomat UE mengatakan mereka gagal mencapai terobosan dalam negosiasi perdagangan dengan pemerintahan Trump, dan kemungkinan akan mendorong perpanjangan status quo untuk menghindari kenaikan tarif.

