Perdana! Duduk di Kursi Depan, Pilot Uji TNI AU Menerbangkan Prototipe KF-21 Boramae di Korsel
Jakarta, Investortrust.id – Sebuah tonggak pencapaian baru dicapai oleh pilot uji TNI AU, Kolonel Pnb Ferrel Rigonald setelah sukses menerbangkan prototipe jet tempur multi-role generasi 4++, KF-21 Boramae dari Pangkalan Udara Sacheon, Korea Selatan seperti dikutip dari Biro Infohan Kementerian Pertahanan dan Instagram resmi TNI Angkatan Udara.
Duduk di kursi depan (front seat), Kolonel Pnb Ferrel "Venom" Rigonald mengudara bersama pilot uji dari Korea Aerospace Industries (KAI), Koh Hwi Seok, yang berada di kursi belakang. Mereka lepas landas pada pukul 09.45 waktu setempat pada Jumat, (27/6/2025). Keduanya membawa KF-21 Boramae ke udara dan melakukan serangkaian manuver pengujian di ketinggian 20.000 kaki selama kurang lebih satu jam. Penerbangan ini berlangsung lancar dan sukses, menandai kontribusi langsung Indonesia dalam proses pengujian dan pengembangan pesawat tempur generasi 4.5 tersebut.
Partisipasi pilot uji TNI AU pada fase uji terbang KF-21 Boramae ini merupakan lompatan besar dalam pengembangan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia strategis pada konsep pertahanan Indonesia. Selain itu tahap ini juga memperkuat simbol kemitraan strategis Indonesia dan Korea Selatan pada pengembangan jet tempur KF-21/IF-X yang telah dijalin sejak tahun 2014.
Momentum ini menegaskan komitmen bersama kedua negara untuk terus melanjutkan kolaborasi pengembangan teknologi tinggi di sektor pertahanan, yang sejalan dengan visi Indonesia dalam membangun kemandirian industri pertahanan nasional. Partisipasi aktif Indonesia dalam program KF-21 juga memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra utama dalam pengembangan platform pertahanan masa depan.
Selain Kolonel Pnb Ferrel Rigonald, TNI AU juga mengirimkan Kolonel Pnb Muhammad "Mammoth" Sugiyanto untuk menjajal dan menguji prototipe KF-21 Boramae di Pangkalan Udara Sacheon, Korea Selatan. Mereka juga menguji sistem Navigasi, Komunikasi dan Identifikasi (CNI-1) dan Core-Avionics yang tersemat pada KF-21 Boramae.
KAI KF-21 Boramae merupakan program pesawat tempur asli Korea Selatan yang bermitra dengan Indonesia untuk menciptakan jet tempur multiperan tingkat lanjut dengan fitur semi siluman yang akan digunakan oleh AU Korea Selatan dan TNI AU. Meski tidak sepenuhnya siluman karena belum mengadopsi teknologi internal weapon bay dan diverterless supersonic inlet (DSI), KF-21 memiliki Radar Cross Section (RCS) yang jauh lebih kecil dibanding jet tempur generasi ke-4 lainnya.
Jet tempur ini diharapkan dapat masuk pada lini produksi massal pada tahun 2026 dan direncanakan akan diterima oleh TNI AU pada akhir 2028. Indonesia akan menerima 48 unit Boramae pada kesepakatan awal, namun beberapa kali penundaan dan keterlambatan pembayaran oleh Indonesia menyebabkan kemungkinan penyusutan jumlah unit yang akan diterima.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyambut baik keberhasilan ini sebagai bagian dari langkah konkret dalam modernisasi alutsista dan penguatan kemampuan pertahanan nasional berbasis inovasi dan kerja sama internasional.

