Perangkat AI Perdana OpenAI-io Dipastikan Bukan 'Wearable'
SAN FRANCISCO, investortrust.id - Perangkat kecerdasan buatan (AI) pertama hasil kerja sama OpenAI dengan startup 'io' milik Jony Ive dipastikan bukan perangkat wearable (dikenakan pada tubuh) atau in-ear (perangkat elektronik untuk mendengarkan dan dimasukkan dalam telinga). Hal itu terungkap dari dokumen pengadilan yang disampaikan pihak OpenAI dalam sengketa merek dagang dengan startup audio Iyo.
Dikutip dari The Verge, Selasa (24/6/2025), Chief Hardware Officer io, Tang Tan, menyebut desain perangkat masih belum difinalisasi dan belum akan dijual hingga setidaknya tahun 2026.
“Prototipe yang disebut Sam Altman dalam video peluncuran setidaknya masih setahun lagi untuk dipasarkan. Desainnya belum final, tapi ini bukan perangkat in-ear, juga bukan wearable,” jelas Tan.
Pernyataan ini muncul di tengah sengketa hukum antara OpenAI dan Iyo, startup yang juga tengah mengembangkan earbud berbasis AI yang diklaim sebagai komputer audio pertama di dunia.
Baca Juga
Sengketa Merek, OpenAI Tarik Video Sam Altman dengan Murid Kesayangan Steve Jobs
Diberitakan sebelumnya, Iyo menggugat OpenAI atas dugaan pelanggaran merek dagang, dan akhir pekan lalu berhasil memperoleh perintah penahanan sementara yang memaksa OpenAI menarik materi promosi publik terkait merek io.
Berdasarkan dokumen yang disampaikan ke pengadilan, OpenAI mengakui bahwa mereka telah melakukan riset terhadap berbagai bentuk perangkat keras sejak awal pengembangan proyek io.
“Io mempertimbangkan berbagai faktor bentuk, termasuk perangkat berbasis desktop dan mobile, nirkabel dan berkabel, wearable dan portable,” tulis OpenAI dalam bantahan hukum.
Riset itu termasuk pembelian lebih dari 30 unit perangkat audio seperti earbuds, alat bantu dengar, dan headphone dari berbagai merek. Bukti email juga menunjukkan bahwa pada Maret lalu, salah satu karyawan io, Marwan Rammah, menyarankan pembelian peta 3D bentuk telinga manusia untuk kebutuhan ergonomi dan desain perangkat keras masa depan.
Meski tidak akan memproduksi perangkat in-ear sebagai produk perdana, dokumen dan komunikasi internal yang diajukan di pengadilan menunjukkan bahwa kategori tersebut sempat menjadi bagian dari eksplorasi awal tim io.
Altman sebelumnya menyebut bahwa perangkat keras perdana io dirancang sebagai perangkat AI pendamping yang bisa diletakkan di atas meja atau disimpan di saku yang dapat melengkapi ponsel dan laptop pengguna. Sementara itu, Jony Ive menggambarkan prototipe perangkat pertama io sebagai produk yang tidak pernah ada.
Perkembangan ini menandai persaingan semakin ketat di sektor perangkat keras AI generatif, terutama dengan mulai munculnya kategori AI wearables seperti smart glasses dari Meta dan Google, hingga headphone berbasis kamera yang sedang dikembangkan Apple.
Meskipun io belum merinci bentuk final perangkatnya, banyak pihak mengamati proyek ini sebagai langkah penting OpenAI dalam memasuki pasar hardware konsumen global.

