Mau Buang Perangkat Elektronik Rusak? Erafone Sediakan 'Dropbox' untuk Jaga Bumi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Erafone melalui kampanye Jaga Bumi yang dillakukan pada 2025 telah berhasil mengumpulkan 2.255 unit sampah elektronik (e-waste). Konsumen bisa membawa perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai ke dropbox Erafone Jaga Bumi.
Group Chief of HC , GA, Litigation & CSR Erajaya Group Jimmy Perangin Angin mengatakan, secara lingkungan, capaian ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 161.700 kg CO2, penghematan energi sebesar 301.261 kWh, serta pengurangan kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) per landfill seluas 10 m2.
“Angka-angka ini membuktikan bahwa langkah kecil dari konsumen, jika difasilitasi dengan benar, dapat memberikan dampak lingkungan signifikan dan terukur. Dengan cara ini, kita tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi bersama-sama membangun ekosistem pengelolaan e-waste yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan,” kata Jimmy di acara konferensi pers Harmoni Bumi Bebas E-Waste di Denpasar, Bali, Kamis (18/9/2025).
Baca Juga
Dia menyebut, Indonesia terus menghadapi tantangan serius terkait timbulan sampah elektronik (e-waste). Berdasarkan Global E-Waste Monitor 2024, produksi e-waste tumbuh lima kali lebih cepat dibandingkan kapasitas daur ulang dunia.
Tren serupa juga terjadi di Indonesia, dengan timbunan e-waste diperkirakan naik dari 2,1 juta ton pada 2023 menjadi 4,4 juta ton di 2030. Kondisi ini menjadi ancaman nyata bagi lingkungan, kesehatan, dan masyarakat.
Jimmy menanbahkan, sebagai grup usaha yang bergerak di bidang retail teknologi, Erajaya berkomitmen menjadikan keberlanjutan sebagai budaya dan bagian dari tanggung jawab utama perusahaan di seluruh vertikal bisnis.
Menurutnya, prinsip environmental, social, and governance (ESG) menjadi fondasi operasional perusahaan dan bentuk tanggung jawab jangka panjang. Melalui Erafone, kata Jimmy, Erajaya mengimplementasikan extended producer responsibility (EPR) untuk memastikan produk dikelola hingga akhir siklus hidupnya.
“Implementasi EPR yang kami terapkan dengan langkah sederhana, yaitu menyiapkan dropbox di toko-toko Erafone. Konsumen bisa membawa perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai ke dropbox Erafone Jaga Bumi. Dengan cara ini, kita tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi bersama-sama membangun ekosistem pengelolaan e-waste yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan,” jelas Jimmy.
Baca Juga
Sementara itu, Head of Corporate and Marketing Communication Erajaya Group Stephen Warouw mengungkapkan, program Erafone Jaga Bumi akan terus dilanjutkan pada tahun depan dan diharapkan bisa ditiru pihak lain dalam mengelola sampah elektronik.
“Kampanye ini memang baru kami lakukan di tahun ini dan ternyata responsnya sangat positif. Terbukti sudah lebih dari 2.000 e-waste yang berhasil kami kumpulkan setara penghematan energi sekitar 300.000 kWh. Tentunya kampanye ini akan terus kami lanjutkan, tidak hanya di Jakarta atau Bali tapi juga ke kota-kota lain,” ujar Stephen.

