Serangan Balasan Iran Terkendali, Wall Street Bangkit, Dow Melaju di Atas 350 Poin
NEW YORK, investortrust.id - Saham-saham Wall Street menguat pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (24/6/2025). Investor merasa lega setelah tanggapan Iran terhadap serangan militer AS di akhir pekan jauh lebih terkendali dari yang dikhawatirkan.
Baca Juga
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 374,96 poin atau 0,89% menjadi 42.581,78. S&P 500 menguat 0,96% dan ditutup pada 6.025,17, sementara Nasdaq Composite bertambah 0,94% ke 19.630,97.
Militer Iran pada Senin mengonfirmasi telah menyerang pangkalan militer AS di Qatar setelah serangan Amerika menghantam situs nuklir Iran di Fordo, Isfahan, dan Natanz. Namun, serangan tersebut berhasil dicegat oleh Qatar dan tidak menimbulkan korban.
Situasi ini mendorong aksi jual di pasar minyak karena pelaku pasar bertaruh bahwa pasokan minyak global tidak akan terganggu secara signifikan oleh konflik ini.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 7% dan ditutup di $68,51 per barel. Padahal, sempat menyentuh level tertinggi sejak Januari di atas $78 per barel pada malam sebelumnya.
Komentar Presiden AS Donald Trump turut menekan harga minyak. Dalam unggahan di Truth Social, ia menyatakan bahwa "semua pihak" harus menjaga harga minyak tetap rendah, dan membiarkan harga naik berarti "menguntungkan musuh."
Risiko di Selat Hormuz
“Pasar hanya peduli pada gangguan pasokan minyak. Selama hal itu tak terjadi, kita akan melihat pasar naik tajam,” ujar Jamie Cox, Managing Director Harris Financial Group, seperti dikutip CNBC. “Terlepas dari apakah Presiden melebih-lebihkan dampak serangan atau tidak, program nuklir Iran telah mundur puluhan tahun,” tambahnya.
Meski demikian, potensi Iran untuk menargetkan pangkalan AS lainnya atau bahkan menutup Selat Hormuz tetap menjadi risiko. Dalam wawancara Minggu dengan Fox News, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyerukan agar pemerintah Tiongkok mencegah Iran menutup jalur perdagangan utama tersebut. Tiongkok saat ini adalah pelanggan utama minyak Iran.
Baca Juga
Serangan Trump ke Fasilitas Nuklir Iran Guncang Dunia dan Picu Ancaman di Selat Hormuz
“Meski sempat ada ancaman penutupan Selat Hormuz, investor tidak menunjukkan kepanikan berlebihan terkait kehancuran pasar minyak—pandangan yang menurut kami cukup masuk akal saat ini,” tulis Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.
Risiko geopolitik memang meningkat di Timur Tengah. “Tetapi dengan kekuatan militer Iran dan proksinya yang telah banyak terdegradasi, isolasi diplomatik Teheran, dan pasokan minyak global yang memadai, menurut dia, dampak konflik ini kemungkinan akan tetap terkendali.

