Ancaman Tarif Trump Kembali Dongkrak Harga Emas, Analis Bikin Proyeksi Segini
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas naik lebih dari 2% pada perdagangan Jumat (23/5/2025) dan mencatat kinerja mingguan terbaik dalam enam pekan terakhir. Investor memburu aset aman setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif. Ditambah lagi dengan pelemahan dolar AS.
Baca Juga
Harga spot emas naik 2,1% menjadi 3.362,70 dolar AS per ons, sementara kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 2,1% di posisi 3.365,80 dolar AS. Dalam sepekan, logam mulia ini menguat 5,1% dan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua minggu terakhir.
“Trump sedang dalam mode menyerang selama 24 jam terakhir. Mengancam tarif 50% atas UE mulai 1 Juni, menghantam Apple, dan menekan Harvard telah membuat pasar saham suram, yang sangat positif untuk emas, Kekhawatiran tarif yang kembali muncul di tengah hari dengan likuiditas rendah menjelang akhir pekan panjang bisa memperbesar pergerakan harga,” beber Tai Wong, pedagang logam independent, seperti dikutip CNBC.
Pasar saham global anjlok setelah Trump mengusulkan penerapan tarif 50% atas seluruh impor dari Uni Eropa mulai awal Juni. Presiden AS tersebut juga menyatakan bahwa Apple akan dikenai tarif 25% untuk setiap iPhone yang dijual di AS namun diproduksi di luar negeri.
Baca Juga
Negosiasi Alot, Trump Ancam Kenakan Tarif 50% untuk Uni Eropa
Di sisi lain, indeks dolar AS melemah 0,9%, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang asing, sehingga turut mendongkrak daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Sentimen Politik dan Ketidakpastian Fiskal
Kekhawatiran investor turut diperparah oleh pengesahan rancangan undang-undang perpajakan dan pengeluaran besar-besaran oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Partai Republik pada Kamis. RUU tersebut diperkirakan akan menambah triliunan dolar ke dalam tumpukan utang nasional Amerika.
Dalam konteks seperti ini, daya tarik emas sebagai aset aman meningkat tajam seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.
“Jika harga emas bisa menembus batas 3.500 dolar, maka kita bisa melihat lonjakan cepat ke kisaran 3.800 dolar,” kata Daniel Pavilonis, analis pasar senior di RJO Futures.
Sementara itu, harga platinum juga menguat 1,2% menjadi 1.094,05 dolar AS per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak Mei 2023 dalam sesi perdagangan yang sama.

