Wall Street Menguat Setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga, Dow Melaju di Atas 200 Poin
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat ) AS) menguat setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 5,25 - 5,5%.
Baca Juga
Pada penutupan Rabu waktu setempat atau Kamis (2/11/2023), Dow Jones Industrial Average melaju 221,71 poin, atau 0,67%, menjadi 33.274,58. S&P 500 naik 1,05% menjadi 4.237,86, sempat melewati rata-rata pergerakan 200 hari. Nasdaq Composite bertambah 1,64% menjadi 13.061,47.
Baca Juga
Saham-saham teknologi informasi berkinerja lebih baik, naik sekitar 2%. Perusahaan semikonduktor Advanced Micro Devices dan Micron Technology masing-masing bertambah 9,7% dan 3,8%. Saham Nvidia naik lebih dari 3%.
Secara bulanan, saham-saham rebound dari tiga bulan terakhir yang suram. Setelah The Fed (Federal Reserve) mempertahankan suku bunga untuk kedua kali berturut-turut – membuat investor berpikir bank sentral akan tetap mempertahankan suku bunganya selama sisa tahun ini.
The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 5,25% hingga 5,5%, seperti yang diperkirakan secara luas. Bank sentral juga mengatakan “aktivitas ekonomi berkembang dengan kecepatan yang kuat pada kuartal ketiga.” Dalam pernyataan sebelumnya, mereka mencatat bahwa perekonomian tumbuh pada “kecepatan yang solid.”
“Mengingat kenaikan imbal hasil baru-baru ini, The Fed cenderung tidak menaikkan suku bunga pada bulan Desember, dengan kemungkinan menaikkan suku bunga nanti untuk terus mengurangi inflasi,” kata Damanick Dantes, ahli strategi portofolio di Global X, seperti dikutip CNBC internasional. “Kondisi keuangan yang lebih ketat sejak FOMC bulan September telah mencapai sebagian tujuan The Fed.”
Namun, Chairman Federal Reserve Jerome Powell pada konferensi pers pasca-keputusan mengatakan, tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga bulan depan. Dia mengatakan, gagasan akan sulit untuk menaikkan suku bunga setelah jeda selama dua pertemuan adalah salah.
Imbal hasil obligasi turun setelah keputusan suku bunga dan setelah Departemen Keuangan mengumumkan rencana penjualan obligasinya, sehingga meningkatkan ekuitas. Imbal hasil Treasury 10-tahun turun di bawah level 4,8% pada hari Rabu, setelah pergerakan di atas 5% pada bulan Oktober yang membuat pasar khawatir. Sementara itu, imbal hasil Treasury 2 tahun turun di bawah 5%.
Penjualan Obligasi
Sebelumnya di sesi ini, Departemen Keuangan merinci rencana besarnya penjualan obligasi di masa depan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap meningkatnya beban utang pemerintah AS. Pekan depan, Departemen Keuangan akan melelang utang senilai $112 miliar, sebagian besar sesuai dengan ekspektasi Wall Street.
Investor menyerap data ekonomi lainnya yang keluar pada Rabu pagi yang menunjukkan tanda-tanda melambatnya perekonomian dan pasar tenaga kerja. Indeks manufaktur ISM menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi lebih dari yang diperkirakan pada bulan Oktober.
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury 10-tahun Naik Lagi Dekati 5%, FFR Diperkirakan Tidak Berubah

