Harga Emas Kembali Melejit Gara-Gara Ini
NEW YORK, investortrust.id – Harga emas global melonjak 2,7% pada perdagangan Selasa (6/5/2025) dan menembus level tertinggi dua pekan terakhir. Investor global kembali memburu aset aman di tengah ketidakpastian kebijakan dagang Amerika Serikat dan sinyal dovish dari The Fed yang akan menggelar pertemuan kebijakan pekan ini.
Baca Juga
Harga spot emas ditutup di $3.422,40 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS diperdagangkan di kisaran serupa. Lonjakan permintaan dari Tiongkok pasca-libur Hari Buruh serta pelemahan dolar menjadi katalis utama penguatan harga.
"Pasar kembali didominasi oleh narasi 'flight to safety'. Bank sentral dan investor individu di Asia, khususnya Tiongkok, menjadi motor utama reli ini," ujar Adrian Ash dari BullionVault, seperti dikutip CNBC.
Sentimen risk-off makin kuat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif baru terhadap produk farmasi dalam dua pekan ke depan. Ini menambah daftar ketegangan setelah sebelumnya ia menetapkan tarif 100% terhadap film asing.
Tekanan Tarif dan Spekulasi
Emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, biasanya tertekan ketika suku bunga naik. Namun, kekhawatiran pasar bahwa siklus pengetatan The Fed telah mencapai puncaknya justru membuat emas kembali menarik sebagai penyimpan nilai.
TD Securities bahkan memproyeksikan harga emas bisa menembus $4.000 per ons tahun ini. “Pasar Barat masih underweight terhadap emas, sementara permintaan spekulatif dari Tiongkok meningkat tajam,” kata Daniel Ghali.
Baca Juga
Lapangan Kerja AS April Tumbuh Kuat, Trump Kembali ‘Senggol’ The Fed
Seluruh perhatian kini tertuju pada pertemuan kebijakan The Fed pada Rabu, dengan pidato Ketua Jerome Powell yang berpotensi menjadi penentu arah pasar global. Jika Powell membuka peluang pemangkasan suku bunga lebih cepat dari ekspektasi, reli emas diperkirakan akan mendapat tenaga tambahan.

