OPEC+ Pertimbangkan Percepatan Produksi, Harga Minyak Anjlok Lebih dari 2%
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak merosot lebih dari 2% pada Rabu (23/4/2025) setelah sumber-sumber menyebutkan bahwa OPEC+ dapat mempercepat peningkatan produksi minyaknya bulan depan.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, kontrak berjangka Brent turun $1,86, atau 2,76%, menjadi $65,58 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun $1,91, atau 3%, menjadi $61,76.
Beberapa anggota OPEC+ akan mengusulkan agar kelompok tersebut mempercepat peningkatan produksi minyak untuk bulan kedua berturut-turut pada Juni, kata tiga sumber yang mengetahui pembicaraan OPEC+ kepada Reuters.
Keputusan ini muncul di tengah perselisihan antar anggota mengenai kepatuhan terhadap kuota produksi. Kedua tolok ukur harga minyak turun lebih dari $2 setelah kabar tersebut.
Sementara itu, menteri energi baru Kazakhstan mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya akan memprioritaskan kepentingan nasional daripada kepentingan kelompok produsen OPEC+ dalam menentukan tingkat produksi minyaknya.
Kazakhstan telah membuat marah anggota OPEC+ lainnya karena memproduksi melebihi kuota yang telah dialokasikan.
Stok minyak mentah AS meningkat, sementara persediaan bensin dan distilat mencatat penurunan yang lebih besar dari perkiraan pada minggu lalu, menurut Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu.
Persediaan minyak mentah naik sebesar 244.000 barel menjadi 443,1 juta barel pada minggu yang berakhir 18 April, kata EIA, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 770.000 barel.
Pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk memangkas tarif atas impor dari China guna meredakan ketegangan dengan Beijing, menurut laporan Wall Street Journal pada hari Rabu.
Laporan tersebut menambahkan bahwa tarif atas produk China kemungkinan akan diturunkan menjadi antara 50% hingga 65%, mengutip seorang pejabat Gedung Putih.
AS juga memberlakukan sanksi baru yang menargetkan seorang taipan pelayaran Iran yang jaringannya menangani gas petroleum cair (LPG) dan minyak mentah Iran senilai ratusan juta dolar.
Baca Juga
Tenangkan Pasar, Trump Bilang Tak Berniat Pecat Ketua The Fed
Trump telah mundur dari ancaman untuk memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell setelah beberapa hari mengkritik The Fed karena tidak menurunkan suku bunga, sehingga meredakan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian ekonomi.

