China Anggap Pengecualian Tarif Hanya ‘Langkah Kecil’, Desak Trump Revisi Bea Masuk 145%
BEIJING, investortrust.id - Kementerian Perdagangan China menyebut pengecualian tarif oleh AS sebagai “langkah kecil” dan mendesak Presiden AS Donald Trump untuk “sepenuhnya menghapus” tarif timbal balik, yang mencakup bea masuk sebesar 145% atas impor dari China.
Baca Juga
Trump Kena Batunya, Cabut Tarif Impor Barang Elektronik Termasuk Asal China
“Kami mendesak AS untuk mendengarkan suara rasional dari komunitas internasional dan pihak domestik, mengambil langkah besar dalam memperbaiki kesalahan, sepenuhnya menghapus tindakan keliru berupa ‘tarif timbal balik,’ dan kembali ke jalur yang benar dalam menyelesaikan perbedaan melalui dialog setara yang didasarkan pada saling menghormati,” sebut kementerian itu dalam pernyataan daring, Minggu (13/4/2025), seperti dikutip CNBC.
Kementerian itu juga menyatakan bahwa China sedang “mengevaluasi dampak terkait” dari pengecualian tarif atas beberapa produk teknologi yang diumumkan pada Jumat malam.
Baca Juga
Trump Tunda 90 Hari Pemberlakuan Tarif Baru, Ancam Tarif 125% untuk China
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengatakan bahwa “untuk saat ini,” tidak ada rencana Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk berbicara.
“Masalah ini memang berada pada level pemimpin negara,” katanya dalam program Face the Nation di CBS News.
Banyak respons di China terkait tarif AS, baik di media pemerintah maupun media sosial. Pengecualian terbaru ini disampaikan secara domestik sebagai tanda bahwa Trump mundur dan sebagai bukti lebih lanjut bahwa rantai pasok China tidak mudah digantikan oleh perusahaan-perusahaan AS.
“Opini publik secara luas melihat ini sebagai kemunduran lain dari pemerintah AS dalam kebijakan tarifnya,” tulis Beijing Daily yang dikelola pemerintah.
Di platform media sosial populer China, Weibo, tagar “Pemerintahan Trump mundur lagi” menduduki peringkat No. 2 dalam daftar pencarian terpopuler.
Pemerintahan Trump pada Jumat malam memberikan pengecualian tarif terhadap sejumlah perangkat dan komponen teknologi yang banyak digunakan, termasuk ponsel pintar, komputer, semikonduktor, sel surya, dan flash drive, menurut panduan dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.
Baca Juga
Langkah ini dipandang sebagai kemenangan besar bagi raksasa teknologi, termasuk Apple, yang memproduksi banyak produknya di China. Namun, dampak jangka panjang dari tarif terhadap China terhadap ekonomi AS dan bisnis kecil kemungkinan tidak dapat dipulihkan, menurut laporan CNBC sebelumnya.
Tarif sebesar 20% atas semua produk China masih tetap berlaku, meskipun telah diumumkan pengecualian tarif tersebut.

