Tarif Timbal Balik Trump Diperkirakan Guncang Pasar Asia-Pasifik
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik diperkirakan anjlok pada Kamis (03/04/2025), setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif timbal balik yang agresif terhadap lebih dari 180 negara dan wilayah, beberapa di antaranya berada di kawasan ini.
Baca Juga
Trump Terapkan Tarif Besar-Besaran, Saham AS Jatuh Setelah Jam Perdagangan
Dalam bagan yang diposting di media sosial, Gedung Putih menunjukkan tingkat tarif efektif yang mereka klaim dikenakan oleh negara lain terhadap barang-barang Amerika, termasuk melalui "manipulasi mata uang dan hambatan perdagangan."
Dilansir CNBC, Gedung Putih mengatakan bahwa tarif timbal balik baru terhadap China akan ditambahkan ke tarif yang sudah ada sebelumnya sebesar 20%, sehingga tarif efektif terhadap Beijing di bawah pemerintahan Trump ini menjadi 54%.
Sementara itu, barang dari India, Korea Selatan, dan Australia masing-masing akan dikenakan tarif sebesar 26%, 25%, dan 10%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,93% dalam perdagangan awal.
Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, diperkirakan akan dibuka lebih rendah, dengan kontrak berjangka di Chicago pada 34.475, sementara kontraknya di Osaka terakhir diperdagangkan pada 34.830, dibandingkan dengan penutupan indeks sebelumnya di 35.725,87.
Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di 23.094, mengindikasikan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI pada Rabu di 23.202,53.
Harga emas mencapai rekor tertinggi dan diperdagangkan pada $3.156,75 per ons pada pukul 07.28 waktu Singapura, karena investor beralih ke logam mulia.
Futures AS anjlok setelah pengumuman tarif luas Trump yang mencapai setidaknya 10%—dan bahkan lebih tinggi untuk beberapa negara—meningkatkan risiko perang dagang global yang dapat berdampak buruk bagi ekonomi AS yang sudah melambat.
Di pasar AS sebelumnya, saham naik dalam sesi yang kembali bergejolak.
Baca Juga
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Tarif Trump
S&P 500 naik 0,67% dan ditutup pada 5.670,97, sementara Nasdaq Composite naik 0,87% dan berakhir di 17.601,05.
Indeks Dow Jones Industrial Average, yang terdiri dari 30 saham, naik 235,36 poin atau 0,56% dan menetap di 42.225,32.
Saham Tesla melonjak 5,3% setelah muncul berita bahwa Presiden Trump telah memberi sinyal kepada kabinetnya bahwa Elon Musk akan mundur.

