Menlu Kanada Yakini Bisa Menangkan Perang Dagang Lawan AS
OTTAWA, Investortrust.id - Menteri Luar Negeri Kanada, Mélanie Joly mengatakan keyakinannya bahwa Kanada bisa memenangkan perang dagang yang dipicu oleh serangkaian tarif atau bea masuk yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump atas Kanada.
"Kami adalah pembeli (produk) terbesar AS," kata Joly dalam program World Service Weekend BBC yang dikutip Minggu (23/3/3035). "Kami membeli lebih banyak (barang) dari Amerika dibandingkan gabungan produk China, Jepang, Inggris, dan Prancis."
Apalagi, lanjut Joly, sejatinya ekonomi AS dan Kanada sangat terhubung dan saling bergantung satu sama lain, sehingga Kanada berpengaruh besar terhadap AS dalam hal perdagangan.
Dengan kata lain, karena AS dan Kanada adalah mitra dagang utama satu sama lain, kebijakan perdagangan AS yang merugikan Kanada juga dapat berdampak buruk pada ekonomi AS sendiri. Hal ini memberikan Kanada posisi tawar yang kuat dalam negosiasi, atau dalam menghadapi kebijakan tarif yang diberlakukan oleh AS. "Kami memiliki daya tawar terbesar di dunia dalam menghadapi AS."
Ia juga mencatat bahwa bukan hanya warga Kanada yang merasakan dampak negatif dari perang tarif ini, tetapi juga "warga Amerika yang bekerja keras." Sehingga Joly menilai bahwa rakyat Amerika bisa menjadi pihak yang paling berpengaruh dalam mendorong diakhirinya perang dagang ini.
"Kami yakin bahwa pada akhirnya, satu-satunya pihak yang bisa membantu kami memenangkan perang ini adalah rakyat Amerika sendiri, karena mereka yang bisa mengirim pesan kepada anggota parlemen mereka," katanya kepada BBC.
Dalam kesempatan yang sama Joly juga menyampaikan keyakinanya bahwa Kanada bisa memenangkan hati dan pikiran rakyat Amerika, karena pada akhirnya mereka yang harus menerima dampak dari kebijakan tarif oleh Trump.
Baca Juga
Di sisi lain ia mengakui isu perang dagang dan penerapan tarif bea masuk termasuk kenaikan harga telah menjadi isu prioritas bagi warga Kanada, terutama menjelang pemilu di mana mereka akan memilih perdana menteri baru tahun ini.
Sebagaimana diberitakan, Presiden AS telah memberlakukan tarif sebesar 25% untuk impor baja dan aluminium dari Kanada. Trump juga berjanji untuk memberlakukan serangkaian tarif "resiprokal" yang luas pada 2 April.
Trump telah berjanji untuk memberlakukan tarif tambahan terhadap Kanada dan negara-negara lain di seluruh dunia pada 2 April, menyebut tarif tersebut sebagai "yang terbesar."
Sedangkan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, berjanji akan menerapkan tarif balasan jika ancaman tarif Trump benar-benar terjadi. Situasi ini semakin memanaskan ketegangan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu antara kedua negara Amerika Utara tersebut.
Frustrasi terhadap perang dagang ini telah mendorong beberapa warga Kanada untuk turun ke jalan melakukan protes. Di Toronto pada hari Sabtu, warga Kanada mengadakan aksi protes bertajuk "elbows up" terhadap tarif yang diberlakukan.
Frasa ini, yang dalam dunia hoki digunakan untuk menggambarkan sikap bertahan atau melawan, kini digunakan sebagai slogan dalam perjuangan Kanada melawan tarif AS dan keinginan Trump yang menyatakan ingin menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS.

