Trump Tandatangani Perintah Eksekutif Bubarkan Departemen Pendidikan AS
WASHINGTON, Investortrust.id - Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif di Ruang Timur, Gedung Putih, Washington DC, AS pada Kamis (20/3/2025). Isi perintah eksekutif tersebut adalah menyerukan pembubaran Departemen Pendidikan AS.
Seperti dikutip Euronews, Trump menuduh Departemen Pendidikan sebagai lembaga yang “boros” dan tercemar oleh ideologi liberal. Apa yang ia sampaikan sejatinya bukan hal baru. Karena selama kampanye dalam pemilihan presiden di tahun lalu, ia telah mencemooh lembaga tersebut lembaga yang boros dan sarat dengan ideologi liberal.
Perintah tersebut menginstruksikan Menteri Pendidikan Linda McMahon untuk “sejauh mungkin dan sesuai dengan hukum, mengambil semua langkah yang diperlukan guna memfasilitasi penutupan Departemen Pendidikan, serta mengembalikan wewenang atas pendidikan kepada negara bagian dan komunitas lokal.”
Namun, perintah tersebut tidak memberikan rincian mengenai bagaimana langkah itu akan dijalankan atau bagian mana yang akan menjadi target utama, meskipun Gedung Putih menyatakan bahwa lembaga tersebut akan tetap mempertahankan beberapa fungsi penting.
Baca Juga
Trump Bekukan Media yang Didanai Pemerintah AS, 1.300 Staf VOA Dirumahkan
Dalam sjeumlah gambar yang terpublikasikan, tampak Trump dalam sebuah acara pendidikan di Ruang Timur Gedung Putih, (20/3/2025) mengangkat dokumen perintah eksekutif yang telah ditandatangani, langkah yang sama diikuti oleh sejumlah anak-anak di sekitarnya yang memegang salinan perintah yang mereka tandatangani.
Trump menyatakan bahwa pemerintahannya akan menutup departemen tersebut, kecuali untuk fungsi-fungsi inti yang dianggap penting, seperti program Title I, yaitu sebuah program federal yang mendukung pendidikan berkualitas bagi siswa berpenghasilan rendah di tingkat dasar dan menengah, serta dana Pell Grant dan bantuan bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa departemen tersebut akan tetap mengelola pinjaman mahasiswa federal, tetapi perintah eksekutif tersebut tampaknya menyiratkan hal yang berbeda. Dalam perintah tersebut dinyatakan bahwa Departemen Pendidikan tidak memiliki staf yang cukup untuk mengawasi portofolio pinjaman senilai US$1,6 triliun dan “harus mengembalikan fungsi perbankan kepada entitas yang lebih kompeten dalam melayani mahasiswa Amerika.”
Dalam upacara penandatanganan, Trump menyalahkan departemen tersebut atas rendahnya kinerja akademik Amerika dan mengatakan bahwa negara bagian akan mampu mengelola pendidikan dengan lebih baik. “Lembaga ini tidak memberi kita manfaat apa pun,” katanya.

