Oracle Ingin Akuisisi TikTok dengan Skema Baru, Pemerintah China Enggan Beri Restu
WASHINGTON, investortrust.id - Oracle Corporation tengah mempertimbangkan rencana untuk mengakuisisi operasi TikTok di Amerika Serikat. Rencana ini mencakup jaminan keamanan data pengguna serta kepemilikan saham kecil di entitas baru yang berbasis di AS.
Proposal ini diajukan ke pemerintahan Trump minggu lalu sebagai bagian dari upaya mencegah larangan TikTok. Dalam skema ini, Oracle nantinya akan bekerja sama dengan investor AS untuk memastikan keamanan data dan menutup kemungkinan akses pemerintah China.
Seperti diberitakan, Trump telah memberikan waktu hingga 5 April bagi ByteDance untuk mendivestasikan kepemilikannya atas TikTok AS. Jika kesepakatan tercapai, aplikasi ini dapat terus beroperasi di Amerika Serikat tanpa ancaman larangan.
Oracle juga sudah berperan dalam mengamankan data pengguna TikTok melalui kemitraan bernama Project Texas. Namun, masih belum jelas apakah akuisisi ini akan mengubah mekanisme kerja aplikasi atau hubungannya dengan ByteDance di China.
Bloomberg, Rabu (19/3/2025), mengabarkan bahwa keputusan akhir mengenai kesepakatan ini harus mendapat persetujuan dari pemerintah AS, ByteDance, serta otoritas China. Jika ByteDance tetap mengendalikan algoritma TikTok, kesepakatan ini bisa diterima oleh China tetapi berpotensi melanggar hukum AS.
Sumber itu menyebut bahwa pemerintah China mengetahui kemungkinan Oracle mengambil peran dalam menjamin keamanan. Namun, Beijing kemungkinan hanya akan menyetujui rencana ini jika algoritma TikTok tetap di bawah kendali ByteDance.
Hingga saat ini, Oracle, Gedung Putih, TikTok, dan ByteDance belum memberikan tanggapan resmi terkait proposal tersebut. TikTok AS sendiri memiliki valuasi mencapai US$ 50 miliar dan merupakan pasar penting bagi ByteDance.
Sejumlah pihak tertarik mengakuisisi TikTok AS sejak beberapa bulan terakhir. Namun, kemungkinan akuisisi penuh oleh Oracle terbilang kecil, mengingat fokus perusahaan pada infrastruktur data dan beban utang akibat akuisisi sebelumnya. Selain itu, Oracle lebih dikenal sebagai perusahaan infrastruktur teknologi dibanding penyedia aplikasi berbasis konsumen.
Oracle sebelumnya sempat berupaya membeli TikTok pada 2020, tetapi gagal akibat tantangan hukum dan pandemi Covid-19. Namun, perusahaan ini kini memiliki kontrak cloud besar dengan TikTok yang menghasilkan pendapatan hingga US$ 800 juta per tahun.
Pemerintahan Trump terus mengupayakan solusi yang dapat menjamin keamanan data pengguna AS. Wakil Presiden JD Vance juga telah menyebutkan bahwa mereka sedang merancang skema yang memungkinkan TikTok tetap beroperasi di AS dengan perlindungan data yang lebih baik. (C-13)

