Dow Futures Anjlok Setelah Catat Pekan Terburuk Sejak 2023
NEW YORK, investortrust.id – Kontrak saham berjangka AS anjlok, setelah indeks Dow Jones mencatat pekan terburuk sejak 2023.
Baca Juga
Wall Street Ambruk: Nasdaq Alami Hari Terburuk, Dow Jones Anjlok Hampir 900 Poin
Pada Minggu malam (16/03/2025), Dow Futures anjlok 168 poin, atau 0,4%. S&P 500 futures dan Nasdaq 100 futures masing-masing turun 0,5%.
Wall Street baru saja melewati pekan yang brutal bagi pasar ekuitas. Nasdaq Composite semakin tenggelam ke dalam zona koreksi, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 mendekati pasar bearish, atau turun 20% dari level tertingginya. S&P 500 sempat jatuh ke dalam koreksi sebelum kembali naik di atas level itu.
Pergerakan ini terjadi ketika investor kesulitan mengikuti kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang terus berubah, ditambah dengan meningkatnya tanda-tanda pelemahan ekonomi, yang telah mengguncang pasar. Ketidakpastian ini membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah koreksi pasar saham bisa berubah menjadi pasar bearish.
Baca Juga
Trump Ancam Tarif 200% pada Sampanye Prancis dan Minuman Beralkohol Uni Eropa
"Jika Anda melihat perusahaan-perusahaan yang berbicara di konferensi besar pada bulan Maret, banyak hal yang mulai melambat. Jadi, menurut saya ini bukan sekadar ketakutan akan perlambatan pertumbuhan, tetapi benar-benar perlambatan pertumbuhan itu sendiri. Jadi pertanyaannya adalah, apakah kita akan mendapatkan panduan negatif pada bulan April?" urai Adam Parker, CEO Trivariate Research, kepada CNBC dalam acara penutupan pasar pada Jumat (14/03/2025).
"Sampai saat itu, saya pikir kita harus lebih bermain defensif daripada ofensif. Karena saya tidak berpikir fundamental pasar akan pulih dengan pola ‘V-shape’ seperti yang terjadi pada siklus sebelumnya." tambah Parker.
Wall Street menghadapi pekan yang berpengaruh bagi pasar. Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada akhir pertemuan kebijakan terbarunya pada hari Rabu. Namun, pernyataan Ketua Jerome Powell setelah pertemuan akan diawasi dengan ketat untuk melihat adanya perubahan nada, setelah Powell sebelumnya mengatakan bahwa bank sentral “tidak terburu-buru” untuk menurunkan suku bunga.
Investor juga akan mencermati data ekonomi yang akan dirilis untuk melihat tanda-tanda perlambatan ekonomi. Laporan penjualan ritel AS yang rencananya dirilis Senin akan memberikan wawasan tentang kondisi konsumen. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan penjualan ritel meningkat 0,6% pada Februari.

