Putin Minta Kyiv Perintahkan Pasukannya di Kursk Menyerah, atau...
KREMLIN, Investortrust.id - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mendesak Ukraina untuk menyerah dari posisinya di wilayah Kursk, Rusia, guna "melaksanakan secara efektif" seruan Presiden Donald Trump agar nyawa tentara Ukraina terselamatkan, demikian pernyataan Putin yang dilaporkan oleh media milik pemerintah Rusia, TASS, Jumat (14/3/2025).
Menurut laporan TASS, Putin menyampaikan desakan tersebut dalam pertemuan operasional Dewan Keamanan Rusia. Ia menanggapi unggahan Trump di media sosial yang diposting pada hari yang sama, yang meminta Putin untuk menahan diri dari membunuh pasukan Ukraina yang, menurut Trump, telah terkepung di wilayah tersebut.
Pasukan Ukraina berhasil menguasai sekitar 100 pemukiman dalam serangan mendadak ke wilayah Rusia pada Agustus tahun lalu. Namun, dalam serangan balasan selama sepekan terakhir, Rusia merebut kembali 28 pemukiman di wilayah barat Kursk dan mengambil kendali atas desa Noven'ke di wilayah Sumy, Ukraina, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat (14/3/2025).
"Untuk secara efektif melaksanakan seruan Presiden AS, diperlukan perintah yang dari kepemimpinan militer dan politik Ukraina kepada unit-unit militernya untuk meletakkan senjata dan menyerah," kata Putin, seperti dikutip oleh TASS.
⚡️ BREAKING: President Putin responded to President Trump regarding his appeal to spare Ukrainian soldiers in the Kursk region:
— 🇷🇺Russia is not Enemy (@RussiaIsntEnemy) March 14, 2025
“We have read today’s appeal from President Trump to spare the lives of servicemen of the Ukrainian Army in the Kursk region. In this regard, please… pic.twitter.com/RmmbqO1oS3
"Kami memahami seruan Presiden Trump," ujar Putin dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip DailyMail.com. "Jika mereka meletakkan senjata dan menyerah, mereka akan dijamin keselamatannya serta diperlakukan secara bermartabat."
Sebelumnya pada hari Jumat, Trump menulis dalam unggahan di Truth Social bahwa "ribuan tentara Ukraina benar-benar terkepung ... dalam posisi yang sangat buruk dan rentan." Ia menambahkan, "Saya telah dengan tegas meminta kepada Presiden Putin agar nyawa mereka diselamatkan. Ini bisa menjadi pembantaian mengerikan, yang belum pernah terjadi sejak Perang Dunia II."
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengakui bahwa situasi di Kursk "sangat sulit" tetapi membantah bahwa pasukannya telah terkepung.
Pada hari Kamis, Putin mengatakan bahwa ia secara prinsip menyetujui usulan AS untuk gencatan senjata selama 30 hari di Ukraina. Namun, ia menegaskan bahwa ketentuan lebih lanjut masih perlu dibahas dan bahwa gencatan senjata tersebut harus membuka jalan bagi perdamaian yang langgeng.
"Kami mengadakan diskusi yang sangat baik dan produktif dengan Presiden Vladimir Putin dari Rusia kemarin, dan ada peluang besar bahwa perang mengerikan dan berdarah ini akhirnya bisa berakhir," tulis Trump dalam unggahannya.
Namun, pada hari yang sama Zelenskyy memperingatkan bahwa Putin kemungkinan akan memperlambat proses kesepakatan gencatan senjata karena ia tidak benar-benar tertarik pada perdamaian. Zelenskyy juga menambahkan bahwa Putin telah mengajukan begitu banyak prasyarat sehingga "tidak akan ada yang berhasil, atau jika pun terjadi, akan berlangsung selama mungkin."

