Yield USTreasury Meningkat Setelah Rilis Data Inflasi AS
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik pada Rabu (12/03/2025), sebagai tanda kelegaan setelah laporan inflasi AS yang lebih rendah. Inflasi yang melunak meredakan beberapa kekhawatiran tentang ekonomi.
Baca Juga
Imbal hasil Treasury 10 tahun, yang menjadi acuan, naik lebih dari 3 basis poin menjadi 4,322%. Imbal hasil Treasury 2 tahun naik hampir 6 basis poin menjadi 3,997%, setelah sebelumnya turun ke level terendah sejak Oktober pada Selasa pagi.
Indeks harga konsumen (CPI) Februari lebih rendah dari perkiraan, naik 0,2% secara musiman dari Januari, dengan tingkat inflasi tahunan mencapai 2,8%, menurut Departemen Tenaga Kerja AS. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan bulanan sebesar 0,3% dan kenaikan tahunan 2,9%.
CPI inti, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi yang bergejolak, naik 0,2% dalam sebulan dan meningkat 3,1% dalam 12 bulan terakhir. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi kenaikan bulanan 0,3% dan kenaikan tahunan 3,2%.
Data ini meredakan kekhawatiran langsung bahwa ekonomi mungkin akan jatuh ke dalam stagflasi, situasi di mana pertumbuhan melambat atau berhenti, sementara inflasi tetap tinggi, pada saat investor semakin khawatir tentang dampak tarif terhadap ekonomi AS secara keseluruhan.
Pasar obligasi dalam beberapa minggu terakhir semakin mencerminkan kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan, dengan imbal hasil Treasury 10 tahun AS turun menjadi sekitar 4,1%, dari sekitar 4,8% pada Januari.
"Pembacaan inflasi hari ini seharusnya membantu mengurangi kekhawatiran investor tentang stagflasi, meskipun hanya sedikit," tulis Scott Helfstein, kepala strategi investasi di Global X, seperti dikutip CNBC. Namun, The Fed berada dalam situasi yang sulit karena ekspektasi pertumbuhan ekonomi melambat sementara ekspektasi inflasi konsumen tetap tinggi.
Pasar terakhir kali memperkirakan kemungkinan tiga kali pemotongan suku bunga masing-masing sebesar seperempat poin persentase tahun ini, menurut CME FedWatch Tool. Saat ini, suku bunga acuan The Fed berada di kisaran 4,25% hingga 4,50% sejak Desember.
Baca Juga
Powell Sebut The Fed Menunggu ‘Kejelasan’ Kebijakan Trump Sebelum Putuskan Suku Bunga
Investor pada hari Rabu juga memantau pengumuman tarif terbaru dari Gedung Putih setelah tarif 25% yang diterapkan Presiden Donald Trump terhadap baja dan aluminium mulai berlaku pada Rabu pagi. Sebagai tanggapan, Kanada menyatakan akan mengenakan tarif balasan sebesar 25% terhadap barang-barang AS senilai lebih dari $20 miliar. Uni Eropa juga mengatakan akan mengenakan tarif balasan terhadap barang-barang AS senilai €26 miliar ($28 miliar) mulai April.
Selanjutnya, investor akan mengamati indeks harga produsen (PPI) untuk Februari, yang dijadwalkan dirilis pada Kamis pagi.

