Wall Street Lewati Pekan Kelabu, Nasdaq “Loss” 3,5%
NEW YORK, investortrust.id – Pasar Wall Street mengakhiri minggu ini dengan catatan kelabu. Tiga indeks utama membukukan kerugian, terutama Nasdaq..
Baca Juga
Perdagangan akhir pekan (Jumat, 22/9/2023) mengikuti penurunan tiga hari berturut-turut.
Investor bereaksi terhadap sinyal dari Federal Reserve (Fed) yang bermaksud mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama. Level yang tinggi ini dapat memberikan tekanan pada aset berisiko seperti ekuitas.
S&P 500 dan Nasdaq Composite yang padat teknologi masing-masing turun 2,7% dan 3,5% minggu ini, berada di jalur minggu terburuk sejak Maret dan minggu negatif ketiga berturut-turut. Sedangkan, blue chip Dow merosot 1,6%.
Imbal hasil (yield) obligasi melonjak setelah bank sentral memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada 2023. Yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun yang menjadi acuan naik 15 basis poin (bps) hingga mencapai level tertinggi 4,498%, yang merupakan level tertinggi sejak 2007.
Baca Juga
Emas Terseok Setelah Dolar Menguat dan Yield Obligasi AS Naik
Imbal hasil obligasi bertenor dua tahun mencapai 5,2%, menyentuh level tertinggi sejak 2006.
Investor juga khawatir terhadap “shut down” pemerintah, yang dapat mengurangi kepercayaan konsumen dan semakin memperlambat perekonomian. Para pemimpin Partai Republik di DPR mengirim majelis ke masa reses pada Kamis.
Baca Juga
Gawat! Utang Pemerintah AS Tembus US$ 33 Triliun, US$ 8 Triliun Lebih Besar dari PDB
“Risk off kembali terjadi karena pasar bergulat dengan sinyal ‘lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama’,” kata kepala strategi makro AS di MUFG George Goncalves, dalam sebuah catatan seperti dikutip CNBC internasional.
“Penutupan yang lemah membuka kemungkinan kerugian lebih besar hingga akhir bulan, terutama dengan potensi penutupan pemerintah di masa depan (selama periode tahun ini yang secara musiman paling fluktuatif untuk aset-aset berisiko),” tambahnya.
Saham berjangka bergerak datar dalam perdagangan Kamis karena pasar siap untuk mengakhiri minggu ini dengan kerugian.
Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average sedikit berubah. S&P 500 berjangka dan Nasdaq 100 berjangka juga bergerak datar.
