Kekhawatiran Dampak Tarif Trump Terus Mencuat, Ini Kata Warren Buffett
NEW YORK, investortrust.id - Investor legendaris Warren Buffett memberikan komentar langka mengenai tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Menurut dia, bea masuk yang bersifat menghukum dapat memicu inflasi dan merugikan konsumen.
Baca Juga
Perang Dagang Memanas, Trump Tandatangani Rencana Tarif Resiprokal Besar-Besaran
“Kami memiliki banyak pengalaman dengan tarif. Itu adalah tindakan perang, sampai batas tertentu,” kata Buffett, yang perusahaan konglomerasinya, Berkshire Hathaway, memiliki bisnis besar di bidang asuransi, perkeretaapian, manufaktur, energi, dan ritel. Buffett menyampaikan pernyataan ini dalam sebuah wawancara dengan Norah O’Donnell dari CBS News, Minggu (02/03/2025).
“Seiring waktu, tarif adalah pajak atas barang. Maksud saya, bukan Peri Gigi yang membayarnya!” ujar Buffett sambil tertawa. Peri gigi (Tooth Fairy) adalah sosok fantasi anak-anak usia dini. Dalam cerita digambarkan, ketika anak-anak sedang tidur, peri baik hati itu hadir membawa uang pengganti atas gigi susu yang tanggal.
“Dan, setelah ini apa? Dalam ekonomi, Anda selalu harus mengajukan pertanyaan itu. Anda selalu bertanya, ‘Apa setelah ini?’”
Ini adalah komentar publik pertama dari “Oracle of Omaha” yang sudah berusia 94 tahun, mengenai kebijakan perdagangan Trump. Pekan lalu, Trump mengumumkan bahwa tarif sebesar 25% untuk impor dari Meksiko dan Kanada akan berlaku mulai 4 Maret, serta tarif tambahan 10% untuk China pada tanggal yang sama. China telah bersumpah akan melakukan tindakan balasan.
Baca Juga
Trump Sebut Tarif Meksiko dan Kanada Akan Dimulai 4 Maret, Ada Tarif Tambahan 10% untuk China
Selama masa jabatan pertama Trump, ketua dan CEO Berkshire itu pernah mengemukakan pandangannya secara panjang lebar pada tahun 2018 dan 2019 tentang konflik perdagangan yang terjadi, memperingatkan bahwa langkah agresif dari Partai Republik tersebut dapat menimbulkan konsekuensi negatif secara global.
Ketika ditanya oleh CBS tentang kondisi ekonomi saat ini, Buffett menolak untuk memberikan komentar langsung.
“Yah, saya pikir itu adalah subjek paling menarik di dunia, tetapi saya tidak akan berbicara, saya tidak bisa membicarakannya,” elak Buffett.
Baca Juga
Laba Berkshire Hathaway Milik Warren Buffet Melonjak pada Q4-2024, Kas Capai Rekor $334 Miliar
Selama setahun terakhir, Buffett berada dalam mode defensif karena dengan cepat menjual saham dan mengumpulkan jumlah uang tunai dalam rekor tertinggi. Beberapa pihak menafsirkan langkah konservatif Buffett sebagai sinyal pesimistis terhadap pasar dan ekonomi, sementara yang lain percaya bahwa ia sedang mempersiapkan konglomeratnya untuk penerusnya dengan mengurangi posisi saham yang terlalu besar dan mengumpulkan lebih banyak uang tunai.
Volatilitas pasar meningkat akhir-akhir ini seiring dengan meningkatnya kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi, perubahan kebijakan yang tidak terduga dari Trump, serta valuasi saham secara keseluruhan. Sejauh ini, indeks S&P 500 hanya naik sekitar 1% tahun ini.

