Di-bully Soal Kostum yang Dikenakan, Zelenskyy Janji Akan Ubah Penampilan Usai Perang
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Ukraina di-bully media ketika ia mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Oval Office, Gedung Putih. Dalam pertemuan itu, Trump didampingi Wakil Presiden JD Vance.
Baca Juga
AS-Ukraina Gagal Capai Kesepakatan, Trump Sebut Zelenskyy Tak Menghormati Gedung Putih
Seorang awak media menanyakan apakah Zelenskyy memiliki jas, pakaian formal yang digunakan orang Amerika di acara resmi. Pasalnya, keika hadir dalam pertemuan, Zelensky memakai baju kaos sweater. Ini dianggap kurang sopan, tidak menghargai Presiden AS dan Oval Office yang jadi tempat kehormatan dan kebanggaan bagi rakyat AS.
Mendengar pertanyaan ‘nyleneh’ itu, JD Vance tergelak. Zelenskyy dengan terbata-bata menjawab bahwa ia akan mengubah penampilan ketika perang sudah usai. “Saya mungkin akan pakai (jas) seperti Anda. Mungkin lebih baik, saya tidak tahu, mungkin lebih murah. Nanti kita lihat,” ujarnya, dikutip dari youtube.
Kesepakatan Gagal
Ukraina gagal mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) terkait upaya Presiden Donald Trump untuk menghentikan perang di Ukraina dan mendamaikan Rusia-Ukraina.Presiden Trump menuduh
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tidak “siap untuk perdamaian” dan menilai Zelenskyy tidak menghormati Gedung Putih.
Pertemuan Trump dengan Zelenskyy di Oval Office, Jumat (28/02/2025) berubah menjadi pertengkaran sengit. Baik Presiden AS maupun Wakil Presiden JD Vance menuduh pemimpin Ukraina itu tidak menghormati mereka.
Ketegangan yang terjadi secara langsung di depan kamera membuat kesepakatan penting antara Washington dan Kyiv menjadi diragukan.
“Saya telah menentukan bahwa Presiden Zelenskyy tidak siap untuk perdamaian jika Amerika terlibat, karena dia merasa keterlibatan kami memberinya keuntungan besar dalam negosiasi,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social setelah pertemuaan itu.
Trump berkilah, dia tidak menginginkan keuntungan, tetapi menginginkan perdamaian. Dia tidak menghormati Amerika Serikat di Oval Office yang sangat dihormati ini. Dia bisa kembali ketika dia siap untuk Perdamaian,” tegas Trump, seperti dikutip CNBC.
"Anda harus membuat kesepakatan atau kami keluar," kata Trump kepada Zelenskyy.
Dalam pertemuan tegang di Oval Office itu, Trump mengingatkan dampaknya bila tidak ada perdamaian. "Anda sedang bertaruh dengan Perang Dunia III," ancam Trump.
Zelenskyy kemudian meninggalkan Gedung Putih sebelum konferensi pers yang dijadwalkan.
Semula, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan menandatangani kesepakatan mineral di tengah upaya Kyiv untuk mendapatkan kembali dukungan AS dalam melawan invasi Rusia.
Zelenskiy, yang sebelumnya menerima miliaran dolar dalam bentuk persenjataan dan dukungan moral dari pemerintahan Biden, kini menghadapi sikap yang sangat berbeda dari Trump. Presiden dari Partai Republik itu telah menyatakan keinginannya untuk segera mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga tahun, memperbaiki hubungan dengan Moskow, dan mendapatkan kembali dana AS yang telah digunakan untuk mendukung Ukraina.
Trump juga mengambil sikap yang jauh lebih tidak berkomitmen terhadap keamanan Eropa, suatu pergeseran besar mengingat peran tak tergantikan AS sebagai mitra utama keamanan sejak Perang Dunia Kedua.
Baca Juga
Langkah Mengejutkan Trump Soal Rusia-Ukraina dan NATO Bikin Uni Eropa Ketar-ketir
Perubahan sikap AS, yang merupakan pendukung utama Ukraina, telah mengguncang Eropa dan menimbulkan kekhawatiran bahwa Kyiv dapat dipaksa menerima kesepakatan damai yang lebih menguntungkan Rusia.

