Laporan Sebut Donald Trump Calon Agen Soviet Binaan Moskow tahun 1980-an
JAKARTA, Investortrust.id - Seorang mantan perwira badan intelijen Rusia, Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB), mengeklaim bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah dibina oleh Moskow sejak 37 tahun lalu sebagai "calon agen Soviet".
Harian Ukraina, Kyiv Post, mengutip sebuah unggahan Facebook oleh Alnur Mussayev, yang mengaku pernah bertugas di Direktorat ke-6 KGB Uni Soviet di Moskow. Mussayev menyatakan bahwa tugas utama unitnya adalah merekrut pebisnis dari negara-negara kapitalis. Menurutnya, pemerintah Soviet merekrut Trump, yang saat itu adalah seorang pengusaha berusia 40 tahun, dengan nama samaran Krasnov.
Sebelulmnya Orbis Business Intelligence, dalam sebuah dokumen yang ditulis oleh salah satu pendirinya, mantan perwira intelijen Inggris Christopher Steele, menuduh adanya keterkaitan antara kampanye pemilu Trump pada 2016 dengan Rusia, serta beberapa tuduhan lainnya yang lebih sensitif.
Trump membantah semua tuduhan tersebut. Steele memberikan kesaksiannya dalam sebuah wawancara dengan dua agen FBI sebagai bagian dari penyelidikan Penasihat Khusus Robert Mueller terkait dugaan konspirasi antara kampanye Trump dan Rusia dalam pemilu 2016.
Baca Juga
Trump Perbolehkan Perusahaan AS Suap Pejabat Negara Asing demi Kepentingan Bisnis
Namun, pada tahun 2019, Mueller menyimpulkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan adanya konspirasi kriminal antara kampanye Trump dan Rusia.
Menurut laporan tersebut, Mussayev mengatakan, "Donald Trump berada di bawah kendali FSB dan semakin terjerat umpan mereka. Hal ini dibuktikan oleh berbagai fakta tidak langsung yang telah dipublikasikan di media."
FSB (Federal'naya sluzhba bezopasnosti) adalah Dinas Keamanan Federal Rusia, yang merupakan penerus utama KGB setelah Uni Soviet bubar pada tahun 1991.
Baca Juga
Sebut ‘Diktator’, Trump Minta Zelensky Bergerak Cepat atau Kehilangan Ukraina
Mantan kepala keamanan Kazakhstan itu menuduh bahwa Trump termasuk dalam kategori "orang yang sangat ideal untuk direkrut". Mussayev juga mengklaim bahwa ia tidak meragukan bahwa Moskow memiliki kompromat (bahan kompromi) tentang Trump.
Sebelumnya pada tahun 2021, mantan mata-mata KGB, Yuri Shvets juga sempat mengatakan kepada The Guardian bahwa Trump telah "dibina" sebagai agen Rusia lebih dari 40 tahun yang lalu dan "bersedia menyuarakan propaganda anti-Barat".
Shvets pernah ditugaskan oleh rezim Soviet ke Washington pada 1980-an. Ia membandingkan Trump dengan "Cambridge Five", sebuah jaringan mata-mata Inggris yang membocorkan rahasia kepada Moskow selama Perang Dunia II dan awal Perang Dingin, demikian dikutip Hindustan Times, Minggu (23/2/2025).
