Dinilai Punya Dampak di Ekonomi Nyata, AI Open-Source Didukung Alibaba
DUBAI, investortrust.id – Co-founder dan Chairman Alibaba Group, Joe Tsai, menegaskan pentingnya inovasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang berdampak nyata pada ekonomi. Hal ini ia sampaikan dalam diskusi fireside chat di World Government Summit (WGS) 2025, Dubai, pada Kamis (13/2/2025).
Dalam sesi diskusi bersama Jeffrey Katzenberg, Tsai menyatakan bahwa persaingan AI kini tidak lagi tentang siapa yang memiliki teknologi paling canggih, melainkan siapa yang mampu menciptakan model yang benar-benar berguna bagi kehidupan sehari-hari.
Menurut Tsai, era dominasi AI secara umum telah bergeser ke arah pengembangan model yang lebih spesifik dan aplikatif. “Persaingan AI bukanlah tentang siapa yang memiliki anak paling cerdas, yang paling penting adalah menciptakan model AI khusus yang memberikan dampak ekonomi nyata dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.”
Tsai menyoroti bahwa inovasi masa depan akan ditentukan oleh perusahaan yang mampu mengurangi biaya pelatihan dan inferensi AI, serta menyelaraskan pengembangan teknologi dengan kondisi ekonomi global. Dengan demikian, AI dapat menjadi lebih terjangkau bagi lebih banyak developer, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
Baca Juga
Alibaba diketahui telah mengembangkan ModelScope, platform open-source terbesar di China yang memberikan akses luas bagi startup, peneliti, dan developer untuk menggunakan model AI terbaru. Dengan langkah ini, Alibaba bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi dan membuka peluang inovasi bagi berbagai pemangku kepentingan.
Sebelumnya, Alibaba juga memperkenalkan Qwen2.5-VL dan Qwen2.5-1M, model AI multi-modal yang mampu memahami input visual serta teks secara kompleks. Mereka juga menjadi perusahaan pertama di dunia yang merilis model AI penalaran (reasoning AI model) QwQ sebagai open-source.
Dengan keterbukaan ini, Alibaba menegaskan dedikasinya terhadap transparansi dan kolaborasi industri. Model QwQ yang memiliki kemampuan analitis tinggi diharapkan dapat mempercepat pengembangan AI yang lebih beragam, dapat dipercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Tsai menekankan bahwa AI harus dikembangkan dengan mempertimbangkan keterjangkauan dan manfaat ekonominya. “Ini adalah kunci untuk membuka potensi penuh AI dan memberikan manfaat nyata bagi pengguna di seluruh dunia.” tutupnya. (C-13)

