Gempa Maroko, Korban Tewas Capai 632 Jiwa
JAKARTA, Investortrust.id – Gempa berkekuatan skala magnitudo 6,8 yang terjadi di Maroko pada Jumat malam (8/9/2023) mengakibatkan korban jiwa yang cukup besar. The Guardian melaporkan korban jiwa hingga Sabtu (9/9/2023) tercatat meningkat menjadi 632 orang, sementara sebanyak 329 orang terluka.
Martin Jay, seorang jurnalis yang berbasis di Maroko mengatakan bahwa gempa bumi ini "belum pernah terjadi sebelumnya" dan "di luar skala yang biasa".
"Tanda pertama adalah teriakan istri saya. Kami berdua sedang terlelap tidur. Tiba-tiba saya membuka mata dan tidak memahami apapun yang sedang terjadi. Saya tidak bisa membayangkan bahwa saya sedang mengalami gempa bumi. Semuanya bergetar, tempat tidur, empat sisi dinding. Saya pikir itu mungkin badai, angin kencang mungkin. Saya mengambil topi dan menariknya keluar," ujarnya kepada program Today di BBC Radio 4.
"Ada laporan yang beredar di media Maroko yang memperingatkan orang-orang untuk tidak kembali ke dalam rumah mereka. Ini adalah pesan nasional yang disampaikan oleh pihak berwenang," tuturnya.
Jay menceritakan, orang-orang duduk di luar rumah mereka, khawatir akan terjadi gempa susulan, yang untungnya tidak terjadi.
"Saya menghubungi teman-teman dan mereka memberi tahu saya ada korban jiwa, ada sejumlah bangunan yang runtuh, dan saya yakin itu bangunan-bangunan tradisional yang dibuat sendiri oleh orang masyarakat Maroko yang miskin dengan menggunakan lumpur. Mereka tidak terlalu kuat dan tentu saja tidak dibangun untuk menahan gempa bumi seperti ini."
Sementara itu Kementerian Luar Negeri RI lewat kedutaan besar RI di Maroko menyampaikan kabar bahwa wilayah yang terdampak gempa adalah Propinsi Al-Houz, Marrakech, Ouarzazate, Azilal, Chichaoua dan Taroudant.
KBRI Rabat telah berkoordinasi dg otoritas setempat dan komunitas Indonesia. Hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya korban WNI. Delegasi Indonesia di Marakesh yang sednag mengikuti The 10th International Conference on UNESCO Global Geoparks 2023, juga terpantau aman.
KBRI Rabat akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak mengenai kemungkinan adanya WNI yang terdampak. Terdapat sekitar 500 WNI yang tinggal menetap di Maroko. Demikian keterangan dari Kementerian Luar Negeri yang diterima Sabtu (9/9/2023).

