Diancam Menlu AS, Panama Langsung Batalkan Inisiatif ‘Belt & Road’ dengan China
PANAMA CITY, Investortrust.id - Hanya beberapa jam setelah didatangi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Presiden Panama Raúl Mulino segera mengatakan bahwa negaranya tidak akan memperbarui perjanjian inisiatif Belt and Road dengan China.
Mengisyaratkan bahwa kesepakatan dengan Tiongkok bisa berakhir lebih cepat, Mulino mengatakan bahwa Panama akan mencari kerja sama dengan AS untuk investasi baru, termasuk proyek infrastruktur. "Saya pikir kunjungan ini membuka pintu untuk membangun hubungan baru … dan mencoba meningkatkan investasi AS di Panama sebanyak mungkin," kata Mulino kepada wartawan, Senin (3/2/2025) seperti dikutip theweek.in.
Pernyataan Mulino disampaikan setelah pertemuan dengan Menlu Rubio di Panama pada hari Sabtu (1/2/2025). Saat itu Rubio dengan tegas menyatakan bahwa sekutu AS di Amerika Tengah tersebut harus segera mengurangi pengaruh China di sekitar Terusan Panama, atau menghadapi kemungkinan retaliasi dari pemerintahan Trump.
Rubio, yang menyampaikan peringatan Trump tentang kemungkinan AS merebut kembali Terusan Panama, mengatakan kepada Mulino bahwa asumsi awal pemerintahan Trump adalah bahwa kehadiran China di wilayah tersebut melanggar perjanjian dengan AS, yang ditandatangani saat penyerahan Terusan Panama tahun 1999.
🚨BREAKING: Panama's President has ended the country's Panama Canal deal with China, immediately following a meeting with U.S. Secretary of State Marco Rubio.
— Benny Johnson (@bennyjohnson) February 2, 2025
Are we tired of winning yet?
pic.twitter.com/sOQJZJJc5E
Perjanjian tersebut menyerukan netralitas permanen atas terusan yang dibangun oleh AS dan mengizinkan AS untuk melakukan intervensi militer jika operasional terusan terganggu oleh konflik internal atau kekuatan asing.
"Menlu Rubio menegaskan bahwa status quo ini tidak dapat diterima, dan jika tidak ada perubahan segera, Amerika Serikat perlu mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi haknya berdasarkan perjanjian," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS mengenai pertemuan tersebut.
Namun, Mulino menegaskan bahwa Rubio "tidak benar-benar mengancam akan merebut kembali terusan atau menggunakan kekuatan militer." Meski begitu, ia segera memperjelas bahwa Panama akan menghentikan kerja sama dengan China dalam proyek Belt and Road.
Mulino juga mengakui bahwa Rubio menyinggung peran China di pelabuhan, tetapi ia dengan cepat menjelaskan bahwa konsorsium yang mengendalikan pelabuhan tersebut sedang diaudit. Perusahaan yang terkait dengan China itu mengoperasikan dua terminal di sekitar Terusan Panama. "Kita harus menunggu hingga audit tersebut selesai sebelum dapat mencapai kesimpulan hukum dan bertindak sesuai dengan itu," kata Mulino.
Otoritas terusan akan memberikan penjelasan yang lebih rinci kepada Rubio, tambahnya.
Baca Juga
AS ‘Warning’ Panama Kurangi Kepentingan Bisnis China di Terusan
Sementara itu, Trump kembali memperingatkan Panama. Berbicara kepada wartawan di Joint Base Andrews pada hari Senin (3/2/2025), ia menyebut Panama telah melanggar perjanjian. "China yang menjalankan terusan, (padahal izin) itu tidak diberikan kepada mereka. (Operasi kanal) secara bodoh telah diberikan kepada Panama. Namun, mereka melanggar perjanjian, dan kita akan merebutnya kembali, atau sesuatu yang sangat besar akan terjadi," kata Trump.
The US and the Panama Canal
— Massimo (@Rainmaker1973) February 2, 2025
[🎞️ geoglobe_tales]pic.twitter.com/vtbf2763bi
Sekadar informasi, Belt and Road Initiative (BRI) adalah program pembangunan infrastruktur global yang diprakarsai oleh China pada tahun 2013 di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Program ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dengan berbagai negara di Asia, Afrika, Eropa, dan bahkan Amerika Latin melalui investasi besar-besaran dalam proyek infrastruktur seperti jalan, rel kereta api, pelabuhan, jaringan listrik, dan telekomunikasi.
BRI terdiri dari dua jalur utama, yakni Silk Road Economic Belt (Sabuk Ekonomi Jalur Sutra) yang merupakan jaringan darat yang menghubungkan China dengan Eropa melalui Asia Tengah dan Timur Tengah, serta 21st Century Maritime Silk Road yang merupakan rute laut yang menghubungkan China dengan Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa melalui jalur maritim utama.

