Imbal Hasil Obligasi AS 10-Tahun Capai Level Tertinggi dalam 16 Tahun
NEW YORK, Investortrust.id - Imbal hasil US Treasury 10-tahun naik pada hari Rabu waktu setempat, mencapai level tertinggi dalam lebih dari 15 tahun atau hampir 16 tahun.
Baca Juga
Para pedagang mempertimbangkan kekhawatiran akan berlanjutnya inflasi dan kebijakan moneter ketat lebih lama dari yang diperkirakan.
Imbal hasil US Treasury 10-tahun naik 5 basis poin menjadi 4,612%. Nilai tersebut telah meningkat setinggi 4,566% pada hari Selasa, level tertinggi sejak 2007. Imbal hasil US Treasury 2- tahun juga bertambah 6 basis poin menjadi 5,139%.
Imbal hasil dan harga memiliki hubungan terbalik. Satu basis poin sama dengan 0,01%.
Mengutip CNBC internasional, imbal hasil Treasury AS 1-Bulan sebesar 5.399, Treasury AS 3-Bulan sebesar 5,501, Treasury AS 6 Bulan 5,569, Treasury AS 1-Tahun 5,503 0,027, Treasury AS 2-Tahun 5.139. Sedangkan, imbal hasil Treasury AS 10-Tahun 4,61, dan USTreasury 30-tahun tercatat 4,718.
Meleset dari Perkiraan
Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu pagi bahwa pesanan barang tahan lama naik 0,2% pada bulan Agustus, melampaui penurunan 0,5% yang diperkirakan oleh ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.
Investor mempertimbangkan keadaan perekonomian karena berbagai data penting meleset dari perkiraan pada hari Selasa. Penjualan rumah baru pada bulan Agustus dan indeks kepercayaan konsumen pada bulan September berada di bawah perkiraan.
Hal ini terjadi ketika Federal Reserve pekan lalu menyatakan bahwa suku bunga akan tetap naik lebih tinggi dan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai dampaknya terhadap perekonomian.
Di tempat lain, kekhawatiran masih berlanjut mengenai potensi penutupan pemerintahan AS, yang bisa dimulai pada 1 Oktober kecuali Kongres menyetujui kesepakatan untuk mendanai pemerintah federal sebelum tanggal tersebut.
Lembaga pemeringkat Moody’s memperingatkan awal pekan ini bahwa penutupan (shutdown) dapat berdampak negatif pada peringkat kredit AS, sementara Wells Fargo mencatat bahwa hal ini dapat menyebabkan indeks dolar AS menurun. Presiden Biden pada hari Selasa meminta Kongres untuk menyelesaikan masalah ini.
Baca Juga
Gawat! Utang Pemerintah AS Tembus US$ 33 Triliun, US$ 8 Triliun Lebih Besar dari PDB

