Waduh! Italia Blokir DeepSeek Demi Lindungi Data Pribadi
MILAN, investortrust.id – Popularitas DeepSeek yang menjulang tidak serta-merta membuat aplikasi chatbot AI asal China itu bisa melenggang bebas di Eropa. Terbaru, pemerintah Italia memblokir DeepSeek dari App Store dan Google Play Store, Rabu (29/1/2025).
Dikutip dari Reuters, Kamis (30/1/2025), langkah ini diambil usai otoritas perlindungan data Italia meminta informasi terkait penggunaan data pribadi oleh DeepSeek.
Sementara itu, Komisi Perlindungan Data Irlandia juga mengonfirmasi telah meminta informasi dari DeepSeek mengenai pemrosesan data pengguna di negara mereka. Upaya ini menunjukkan kekhawatiran yang semakin meningkat perihal perlindungan data pribadi di Eropa.
Chatbot DeepSeek-R1 diklaim lebih hemat data dan berbiaya lebih rendah dibandingkan layanan AI lainnya, seperti ChatGPT, Gemini, atau Meta AI. Dalam waktu singkat, aplikasi ini berhasil melampaui ChatGPT dalam jumlah unduhan di Amerika Serikat (AS), dan memicu kepanikan di kalangan investor teknologi.
Baca Juga
Ketua Badan Pengawas Data Italia (Garante), Pasquale Stanzione mengatakan, sejauh ini belum dapat dipastikan apakah penarikan DeepSeek dari toko aplikasi terkait dengan penyelidikan mereka. Namun, pihaknya akan melakukan investigasi mendalam untuk memastikan kepatuhan DeepSeek terhadap Peraturan Perlindungan Data Umum Uni Eropa (GDPR).
"Kantor kami akan melakukan investigasi mendalam untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan GDPR (Regulasi Perlindungan Data Uni Eropa)," kata Stanzione.
Garante ingin mengetahui data pribadi apa yang dikumpulkan, dari mana sumber data tersebut, tujuan penggunaannya, dasar hukum yang digunakan, serta apakah data tersebut disimpan di China. DeepSeek dan perusahaan afiliasinya kini diberi waktu 20 hari untuk memberikan jawaban.
Regulator Italia juga meminta jaminan dari DeepSeek mengenai perlindungan bagi pengguna di bawah umur, upaya menghindari bias dalam penggunaan AI, serta pencegahan potensi campur tangan dalam pemilu.
Dilaporkan bahwa pengguna di Italia yang ingin mengunduh aplikasi tersebut di App Store dan Google Play Store sudah tidak bisa menemukan aplikasi DeepSeek. Namun, mereka yang sudah mengunduh masih bisa menggunakan DeepSeek. Selain itu, aplikasi ini masih tersedia di negara-negara Uni Eropa lainnya dan Inggris.
Jerman Ikut Pantau DeepSeek
Sementara itu, pemerintah Jerman juga memantau penggunaan aplikasi AI terkait kemungkinan pengaruh terhadap pemilu nasional yang akan berlangsung pada 23 Februari mendatang.
Seorang juru bicara kementerian dalam negeri Jerman menyatakan, pihak berwenang sedang mengawasi potensi manipulasi dan intervensi dalam pembentukan opini publik melalui teknologi AI.
Baca Juga
DeepSeek Kejutkan Dunia, Meta Yakin China Tak Akan Geser Dominasi AS di Pasar AI
Italia dikenal sebagai salah satu negara Eropa yang paling aktif dalam mengawasi penggunaan AI. Dua tahun lalu, Garante sempat melarang sementara penggunaan ChatGPT yang didukung Microsoft karena dugaan pelanggaran privasi Uni Eropa.
Di sisi lain, Komisi Perlindungan Data Irlandia menjadi regulator utama di Uni Eropa untuk sebagian besar perusahaan teknologi AS karena banyak dari mereka berbasis di Irlandia. Namun, DeepSeek belum menetapkan Irlandia sebagai kantor pusatnya di Eropa, yang membuat pengawasan terhadap aplikasi ini lebih kompleks.
Langkah Italia dan Irlandia dalam menyelidiki DeepSeek menunjukkan, kewaspadaan terhadap aplikasi AI asal China meningkat, terutama dalam hal keamanan data pribadi. Jerman juga mulai memperhatikan potensi dampak AI terhadap pemilu yang menandakan regulasi terhadap teknologi ini semakin diperketat di Eropa. (C-13)

