Zelensky Minta Trump Berpihak pada Ukraina karena Putin Berani Abaikan Eropa
JAKARTA, Investortrust.id - Ukraina membutuhkan jaminan keamanan yang lebih luas dari Amerika Serikat karena Presiden Rusia Vladimir Putin tidak takut pada Eropa. Demikian disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam wawancara dengan Fox News. Ia mendesak Presiden AS Donald Trump untuk berpihak pada Ukraina.
Trump, yang resmi menjabat pada 20 Januari, telah berjanji untuk segera mengakhiri perang Rusia-Ukraina, meskipun tanpa menjelaskan bagaimana caranya. Para penasihatnya menyebut bahwa kesepakatan bisa saja memakan waktu berbulan-bulan.
Trump telah menyatakan kesediaannya untuk berbicara dengan Putin mengenai penghentian perang, yang kontras dengan kebijakan yang dianut pemerintahan mantan Presiden Demokrat Joe Biden, yang menghindari pertemuan dengan pemimpin Rusia tersebut.
Kemenangan Trump dalam pemilu November lalu telah memunculkan harapan akan solusi diplomatik untuk mengakhiri invasi Moskow ke Ukraina yang dimulai pada Februari 2022. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran di Kyiv bahwa kesepakatan damai yang cepat bisa membawa konsekuensi berat bagi Ukraina.
Baca Juga
Zelenskyy Was-Was, Pilpres AS Timbulkan Ketidakpastian bagi Ukraina
"Kami ingin dia (Trump) berpihak pada keadilan, berpihak pada Ukraina," kata Zelensky dalam wawancara yang disiarkan Selasa (28/1/2025) malam.
"Putin tidak takut pada Eropa."
Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak bisa mengakui pendudukan Rusia, tetapi lebih memilih penyelesaian secara diplomatik.
Sementara itu Gedung Putih belum memberikan komentar resmi.
Setelah invasi Rusia dimulai, pemerintahan Biden telah mengalokasikan lebih dari US$ 175 miliar dalam bentuk bantuan untuk Ukraina, termasuk lebih dari US$60 miliar dalam bantuan keamanan. Namun, masih belum pasti apakah bantuan tersebut akan terus berlanjut dengan kecepatan yang sama di bawah pemerintahan Trump.

