Harga Emas Pulih Jelang Pertemuan The Fed
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas pulih pada Selasa (28/01/2025) setelah penurunan di sesi sebelumnya dipicu oleh aksi jual pasar yang didominasi sektor teknologi. Sementara ketidakpastian atas tarif yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump terus menjaga minat investor terhadap aset safe haven.
Baca Juga
Harga emas spot naik 0,8% menjadi $2.762,06 per ons. Sebelumnya, harga emas turun lebih dari 1%, mencatat penurunan terbesar sejak 18 Desember, yang didorong oleh model AI berbiaya rendah dan hemat daya dari DeepSeek.
Emas futures AS naik 1,3% menjadi $2.772,60.
"Saya pikir faktor terbesar adalah komentar Trump kemarin terkait tarif. Dan saat ini, hubungan antara emas dengan berbagai faktor meliputi geopolitik dan ekspektasi inflasi," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, dikutip dari CNBC.
Trump mengatakan pada Senin bahwa ia berencana memberlakukan tarif pada chip komputer, farmasi, dan baja impor untuk mendorong produsen memproduksi barang-barang tersebut di Amerika Serikat.
Kebijakan Trump, yang dianggap dapat memicu inflasi, juga berpotensi menyebabkan perang dagang, sehingga meningkatkan permintaan untuk emas sebagai aset safe haven.
Fokus investor kini tertuju pada pertemuan kebijakan pertama Federal Reserve tahun ini, yang dijadwalkan pada 28-29 Januari.
Para pembuat kebijakan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada akhir pertemuan dua hari tersebut.
Namun, pernyataan Trump yang ingin menurunkan biaya pinjaman menimbulkan keraguan atas independensi keputusan Fed.
Baca Juga
Berbicara di WEF Davos, Trump Minta Suku Bunga dan Harga Minyak Diturunkan
"Kita tidak terlalu jauh dari level tertinggi sepanjang masa, jadi momentum kenaikan masih ada, kita hanya membutuhkan semacam pemicu untuk menggerakkannya," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.
Harga emas diperkirakan akan mencetak rekor sepanjang tahun ini akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan kekhawatiran inflasi, menurut survei Reuters.
Namun, analis menurunkan perkiraan harga untuk platinum dan paladium pada 2025 karena permintaan diperkirakan tidak akan meningkat secara signifikan.

