Tiongkok Larang ASN Gunakan Iphone, Sektor Teknologi AS Guncang
JAKARTA, Investortrust.id - Amerika Serikat merasa terguncang dengan pengumuman larangan Tiongkok soal penggunaan iPhone oleh pejabat pemerintah mereka. Situasi ini menjadi eskalasi terbaru dalam ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat, yang membuat perusahaan teknologi AS menjadi rentan.
Larangan penggunaan Iphone, produkd ari Apple Inc yang berbasis di Amerika Serikat terbukti telah mengejutkan sektor teknologi AS, dan muncul kekhawatiran bahwa ketegangan terbaru antara Tiongkok dan AS pada sejumlah perusahaan Big Tech bisa melemahkan perusahaan teknologi di Negeri Paman SAM.
Akibat pengumuman ini, saham Apple turun 2,9% pada hari Kamis (7/9/2023), seperti yang dilaporkan oleh Reuters. Selain itu, saham perusahaan pemasok Apple seperti Broadcom, Skyworks, dan Texas Instruments juga turun, demikian Verdict.com Jumat (8/9/2023)
Ketegangan antara AS dan Tiongkok kembali memanas pada bulan Januari 2023 ketika AS menghentikan pemberian lisensi ekspor untuk Huawei, perusahaan besar asal Negeri Tirai Bambu.Huawei dimasukkan dalam US Entity List tahun 2019. Daftar tersebut berisi perusahaan asing yang dianggap berpotensi membahayakan keamanan nasional AS dan harus tunduk pada pembatasan ekspor.
Baca Juga
Pekan lalu, AS meningkatkan upaya mereka untuk membatasi akses Tiongkok ke chip kecerdasan buatan (AI), dengan memperluas pembatasan ekspor chip AI NVIDIA H100 dan A100 ke Timur Tengah sebagai upaya untuk mengendalikan ekspansi AI Tiongkok.
Namun, Huawei belakangan mengambil langkah penting menuju swasembada dalam penyediaan chip. Hal ini terlihat dari peluncuran Mate 60 Pro pekan lalu yang dilakukan secara low profile. Mate 60 diisi oleh chip Kirin 9000s, sebuah prosesor canggih 7 nanometer. Prosesor tersebut diproduksi di dalam negeri melalui Semiconductor Manufacturing International Corp, dan hasil pengujian dilakukan oleh TechInsights.
Dalam kondisi sulit akibat pandemi dan pembatasan perdagangan, Huawei menyatakan bahwa mereka beroperasi dalam "mode survival" pada tahun 2020, yang berlanjut selama tiga tahun berikutnya. Pendapatan bisnis perusahaan ini mencapai puncaknya sebesar US$ 67 miliar pada tahun 2020, tetapi berkurang hampir separuhnya pada tahun 2021.
Tiongkok telah merespons sanksi AS dengan membatasi pengiriman dari produsen pesawat terbang Boeing dan produsen chip Micron.

