Ribuan Delegasi WEF di Davos Pantau Kembalinya Trump ke Gedung Putih
DAVOS, investortrust.id- Kota Davos di Swiss Senin (20/1/2025) hingga Jumat (24/1/2025) akan menjadi tuan rumah acara nonton bareng eksklusif pemutaran perdana periode kedua masa jabatan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS).
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) yang diadakan di resor pegunungan Alpen setiap Januari, menghadirkan Trump sebagai tempat para pemimpin politik, bisnis, dan keuangan dunia bertemu memecahkan masalah besar. Sekitar 2.750 delegasi akan menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk memantau kembalinya presiden AS ke Gedung Putih.
Pendiri WEF Klauss Schwab meninjau persiapan venue Pertemuan Tahunan World Economic Forum 2025 di area Congress Center di mana kostum The Golden Voyagers (latar depan) rancangan Thomas Jolly yang digunakan pada penutupan Olimpiade Paris 2024 dipamerkan. Foto: World Economic Forum/Pascal Blitz
Dilansir Reuters, dalam banyak hal, WEF yang dimulai oleh Klaus Schwab lebih 5 dekade lalu merupakan bukti keinginan abadi para elite global untuk bertemu. Terlepas dari perkembangan teknologi komunikasi, ribuan politisi, eksekutif, investor, birokrat, dan jurnalis melakukan perjalanan tahunan ke pegunungan Alpen Swiss.
Sesampainya di sana, mereka bertemu di ruang konferensi dan pesta koktail untuk membahas kesepakatan perusahaan, konflik di Ukraina dan Gaza, serta perkembangan terbaru AI.
Pada WEF 2025, perhatian para delegasi akan tertuju pada seorang pria yang tinggal sekitar 7.000 kilometer jauhnya. Trump dijadwalkan akan dilantik di Gedung Capitol Amerika Serikat pada Senin. Setelah itu ia mengeluarkan serangkaian perintah eksekutif, mulai energi, TikTok, hingga imigrasi.
Baca Juga
WEF: Pelaku Usaha Dibayangi Kekhawatiran dan Kewaspadaan pada 2025
Langkah-langkah ini dapat mengguncang pasar keuangan dan mengubah nasib ekonomi, industri, dan perusahaan di seluruh dunia. Para pemodal dan eksekutif perusahaan akan terpaku pada layar saat perincian kebijakan mulai bermunculan. Mantan pembawa acara TV realitas itu akan tampil secara virtual di hadapan delegasi Davos pada Kamis (23/1/2025).
Bentrokan jadwal telah memaksa para pimpinan perusahaan untuk membuat pilihan. Bos Microsoft Satya Nadella, CEO JPMorgan Jamie Dimon, dan CEO BlackRock Larry Fink hadir di Davos.
Namun, pelantikan Trump menjadi daya tarik lebih besar bagi CEO lain. Lima pemimpin dari tujuh raksasa teknologi AS menghadiri upacara pelantikan Trump, yakni Ketua Eksekutif Amazon Jeff Bezos, bos Tesla Elon Musk, pendiri Meta platforms Mark Zuckerberg, bos Apple Tim Cook, dan CEO Alphabet induk usaha Google Sundar Pichai.
Pendapatan WEF
Hingga Juni 2024, WEF memperoleh pendapatan hampir 440 juta franc Swiss atau seperempat lebih banyak dibandingkan 2019.
Davos juga menghadapi minimnya pemimpin politik. Presiden Tiongkok Xi Jinping tidak hadir, begitu pula Perdana Menteri India Narendra Modi. Satu-satunya pemimpin dari negara-negara maju G-7 yang tampil adalah Olaf Scholz dari Jerman, yang partainya diperkirakan akan kalah dalam pemilihan umum bulan depan, menurut jajak pendapat.
Daftar tamu yang mengecewakan merepresentasikan dunia semakin menjauh dari semangat internasionalis dan pro-perdagangan WEF. AS menjadi negara yang agresif memberikan sanksi keuangan dan kontrol ekspor terhadap musuhnya, termasuk Rusia dan China.
Baca Juga
WEF 2025 Dibuka, 3.000 Pemimpin dari 130 Negara Fokus Bahas AI, Iklim, dan Tantangan Global
Sementara pada minggu lalu, pemerintahan Presiden Joe Biden yang akan berakhir memberlakukan pembatasan ekspor cip kecerdasan buatan (AI), kecuali 18 negara yang disetujui. Hal ini memicu protes dari raksasa teknologi, seperti Nvidia dan Oracle.
Kelompok Davos juga tampak pesimisgis. Di antara para ahli yang disurvei WEF tentang risiko global, sekitar 23% mengidentifikasi konflik bersenjata berbasis negara sebagai bahaya terbesar yang dihadapi dunia pada 2025, jauh di atas ancaman, seperti cuaca ekstrem, misinformasi, dan pandemi.
Rencana Trump sebelum pelantikan soal AS yang ingin mencaplok Greenland dan merebut kembali Terusan Panama memperkuat kekhawatiran tersebut. Hal ini bertentangan dengan tema WEF 2025, yakni "Collaborating for the Intelligent Age".
Harus diakui, WEF telah mengubah organisasinya di masa lalu. Setelah krisis keuangan 2008 mendiskreditkan kapitalisme Barat, Schwab merayu delegasi pasar berkembang, seperti India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Organisasi tersebut bahkan berhasil menggandeng Trump, yang dua kali melakukan perjalanan ke pegunungan Swiss selama masa jabatan pertamanya.
Sejumlah staff berkumpul untuk mendengarkan briefing pada persiapan World Economic Forum di Davos, Swiss, (19/1/2025). Foto: World Economic Forum/Gabriel Lado

