CEO Honor Putuskan Mundur, Kenapa?
SHENZHEN, investortrust.id - CEO Honor George Zhao Ming secara mengejutkan memilih mundur dari jabatannya. Kabar ini muncul hanya berselang sepekan setelah merek ponsel asal China itu mengumumkan kembalinya mereka ke pasar Indonesia.
Dalam pengumuman perusahaan, dikutip Senin (20/1/2025), Zhao akan digantikan oleh mantan bos Huawei Technologies, Li Jian. Dewan direksi Honor pun mengucapkan terima kasih atas kontribusi Zhao bagi perusahaan.
"Kontribusi Zhao bagi perusahaan selama masa jabatannya sangat luar biasa. Kami berharap Li dapat terus memberikan produk dan pengalaman inovatif bagi konsumen di seluruh dunia," bunyi keterangan perusahaan.
Zhao menjadi CEO Honor sejak perusahaan tersebut pisah dari Huawei pada tahun 2020 lalu. Dalam pernyataan pribadinya, Zhao mengaku keputusan ini menjadi keputusan tersulit yang pernah dibuatnya.
"Selama satu dekade terakhir, Honor telah menjadi segalanya dalam hidup saya. Sejak model V40 dan seterusnya, Honor baru (pasca pisah dengan Huawei) mengalami masa-masa sulit... dan juga melesat maju di pasar China dan luar negeri." ungkap Zhao dalam forum internal perusahaan, dikutip dari South China Morning Post.
Dalam pengumuman perusahaan, dikutip Senin (20/1/2025), Zhao akan digantikan oleh mantan bos Huawei Technologies, Li Jian. Dewan direksi Honor pun mengucapkan terima kasih atas kontribusi Zhao bagi perusahaan.
"Kontribusi Zhao bagi perusahaan selama masa jabatannya sangat luar biasa. Kami berharap Li dapat terus memberikan produk dan pengalaman inovatif bagi konsumen di seluruh dunia," bunyi keterangan perusahaan.
Zhao menjadi CEO Honor sejak perusahaan tersebut pisah dari Huawei pada tahun 2020 lalu. Dalam pernyataan pribadinya, Zhao mengaku keputusan ini menjadi keputusan tersulit yang pernah dibuatnya.
"Selama satu dekade terakhir, Honor telah menjadi segalanya dalam hidup saya. Sejak model V40 dan seterusnya, Honor baru (pasca pisah dengan Huawei) mengalami masa-masa sulit... dan juga melesat maju di pasar China dan luar negeri." ungkap Zhao dalam forum internal perusahaan, dikutip dari South China Morning Post.
Lebih lanjut, Zhao mengakui bahwa faktor kesehatan lah yang membuat dirinya harus mundur sebagai bos Honor. Selain itu dia juga ingin menghabiskan Waktu lebih banyak bersama keluarganya.
Zhao menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim Honor, dengan mencatat lebih dari 10.000 orang telah bergabung dengan perusahaan yang berpusat di Shenzhen tersebut dalam empat tahun terakhir. Dia mengatakan sangat menantikan kesuksesan perusahaan yang berkelanjutan pada tahun 2025.
Sebelumnya, Honor merupakan anak perusahaan Huawei. Namun Honor dijual dan berdiri sendiri usai Huawei disanksi oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) pada tahun 2020.
Terbaru mereka baru saja mengumumkan kepastian untuk Kembali ke pasar Indonesia. Produsen gawai asal China itu menegaskan akan segera merilis 30 produk baru pada tahun 2025.
Kembalinya Honor ke Indonesia sudah tercium dari tiga ponsel yang telah lolos dari uji Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian. Ketiganya memiliki model ELP-NX9. FCP-N49, dan BRP-NX1 yang kemungkinan adalah Honor 200 Pro 5G, Honor Magic V3 5G, dan Honor X9c 5G.
Nantinya, fase pertama peluncuran produk Honor di Indonesia dijadwalkan dimulai pada kuartal pertama 2025. Selain itu, mereka juga berencana akan membuka lebih dari 10 HONOR experience stores di seluruh Indonesia pada tahun pertama. (C-13)

