OPEC Ramal Permintaan Minyak Tumbuh Kuat Capai 106,63 Juta Barel, Ini Pemicunya
WINA, investortrust.id - Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) memproyeksikan permintaan minyak global akan tumbuh kuat sebanyak 1,43 juta barel per hari (bph) pada 2026, menjadi 106,63 juta bph.
"Proyeksi tersebut merupakan penilaian pertama organisasi terkait tingkat permintaan minyak pada 2026, didasarkan berlanjutnya aktivitas ekonomi yang solid di Asia dan negara-negara non-Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) lainnya," menurut laporan pasar minyak bulanan OPEC yang dipublikasikan pada Rabu (15/1/2024).
Baca Juga
Harga Minyak Terus Tergelincir, meski OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi
OPEC mempertahankan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global sebanyak 1,45 juta bph pada 2025. Dalam laporan pada Rabu, OPEC memangkas estimasi permintaan minyak global pada 2024, dari 103,82 juta bph yang diproyeksikan bulan lalu menjadi 103,75 juta bph. Hal ini menandai revisi turun untuk data permintaan tahun lalu selama 6 bulan berturut-turut.
Terkait suplai, OPEC menyampaikan, pasokan bahan bakar cair dari negara-negara di luar OPEC+, aliansi produsen yang terdiri dari OPEC dan sekutunya, diperkirakan tumbuh 1,1 juta bph pada 2026, sama seperti 2025. Hal ini didorong peningkatan produksi dari Amerika Serikat, Brasil, dan Kanada.
Baca Juga
Harga Minyak Turun di Tengah Penundaan Kenaikan Pasokan OPEC+
OPEC juga memproyeksikan perekonomian dunia akan tumbuh 3,1% pada tahun ini dan 3,2% pada tahun depan ditopang pertumbuhan stabil di sejumlah perekonomian utama.
"Di dalam perekonomian non-OECD, negara-negara konsumen minyak utama, seperti China dan India, bersama dengan perekonomian-perekonomian Asia yang sedang berkembang, diproyeksikan akan mempertahankan pertumbuhan mereka, ini berkontribusi signifikan terhadap ekspansi ekonomi global," ujar organisasi tersebut.

