Konflik Israel – Hamas Kian Memanas, Senat AS Dorong Pemberian Bantuan Militer ke Israel
JAKARTA, Investortrust.id - Militer Israel terus mendesak warga untuk pindah dari Gaza utara ke selatan karena mereka berjanji untuk melawan Hamas dengan “kekuatan yang lebih besar.”
Pasukan Pertahanan Israel menyatakan tidak akan melakukan operasi militer apa pun di sepanjang jalur evakuasi mulai pukul 10 pagi hingga 1 siang Minggu waktu setempat.
Namun perintah evakuasi telah dikritik oleh banyak lembaga kemanusiaan. Setelah negosiasi antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Joe Biden, keputusan untuk memperbarui pasokan air ke bagian selatan Gaza disepakati, kata Menteri Energi Israel Israel Katz pada hari Minggu, seperti dikutip CNBC.
PBB pada Sabtu malam memperingatkan bahwa kekurangan air dan bahan bakar di Gaza telah “menjadi masalah hidup atau mati.”
Menteri Energi Israel Katz mengatakan keputusan memperbarui sebagian pasokan air sejalan dengan kebijakan Israel, yakni memperketat blokade terhadap wilayah kekuasaan Hamas.
Sementara itu, Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer (D-N.Y.) mengatakan pada hari Minggu bahwa Senat akan segera mendorong paket bantuan militer untuk membantu Israel dalam perjuangannya melawan Hamas.
“Kami akan berupaya menyalurkan bantuan ini melalui senat secepatnya, dan para pemimpin Israel menjelaskan kepada kami bahwa mereka membutuhkan bantuan secepatnya,” kata Schumer saat berkunjung ke Israel.
Secara terpisah, Kedutaan Besar AS di Israel mengatakan akan membantu warga Amerika dan anggota keluarga dekat mereka untuk meninggalkan kota pelabuhan Haifa di Israel utara melalui laut ke Siprus pada hari Senin. “Keberangkatan akan dilakukan berdasarkan urutan kedatangan dan dengan ruang terbatas,” kata kedutaan.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken akan kembali ke Israel setelah bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada hari Minggu. Diplomat utama AS juga diperkirakan akan mendarat di Mesir pada hari ini dan mengupayakan kesepakatan untuk memberikan jalan yang aman bagi warga Amerika yang saat ini berada di Gaza melalui gerbang Rafah – satu-satunya penyeberangan antara Mesir dan Jalur Gaza.
Gaza – sebidang tanah sempit yang diapit antara Mesir, Israel dan Laut Mediterania – telah digempur oleh pasukan Israel sebagai tanggapan atas serangan brutal Hamas terhadap Israel akhir pekan lalu. Jumlah korban tewas terus bertambah, dengan sedikitnya 1.300 orang tewas di Israel dan 2.300 orang di Gaza.

