Pasar Eropa Turun Tajam Terseret Aksi Jual di Wall Street
LONDON, investortrust.id - Pasar Eropa turun tajam pada hari Kamis (19/12/2024) setelah Federal Reserve AS mengindikasikan bahwa penurunan suku bunga akan lebih sedikit tahun 2025. Indikasi The Fed memicu aksi jual di Wall Street.
Baca Juga
Wall Street Ambruk, Dow Anjlok 1.100 Poin dan Catat Penurunan Terpanjang Sejak 1974
Dikutip dari CNBC, indeks pan-European Stoxx 600 anjlok 1,51%, mencatat sesi terburuk sejak 12 November, dengan semua sektor dan bursa utama berada di wilayah negatif.
Indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,14% menjadi 8.105,32, indeks DAX Jerman merosot 1,35% ke level 19.969,86, sedangkan CAC 40 Prancis tergerus 1,22% dan ditutup pada 7.294,37
Penurunan di pasar Eropa ini menyusul aksi jual Wall Street pada hari Rabu. The Fed memangkas suku bunga pinjaman semalam sebesar 25 basis poin ke kisaran target 4,25% hingga 4,5% dan mengisyaratkan kemungkinan hanya akan ada dua penurunan suku bunga pada tahun 2025, dibandingkan empat penurunan yang ditunjukkan dalam perkiraan sebelumnya.
Baca Juga
Turunkan Suku Bunga 25 Bps, The Fed Indikasikan Dua Kali Pemangkasan pada 2025
“Kami bergerak cukup cepat untuk sampai ke sini, dan saya pikir ke depan jelas kami bergerak lebih lambat,” kata Ketua Fed Jerome Powell pada konferensi pers pasca-pertemuan.
Komentar tersebut memicu kepanikan di Wall Street, dengan saham-saham AS anjlok karena sentimen pasar yang bullish mendapat pukulan. Semalam, pasar dan mata uang Asia-Pasifik juga melemah.
Sementara sentimen masih suram di Eropa, pasar AS dibuka lebih tinggi pada hari Kamis, dengan Dow Jones Industrial Average rebound 0,9%.
Bank of England mempertahankan suku bunga tidak berubah pada 4,75% pada pertemuan bulan Desember setelah inflasi Inggris naik ke level tertinggi dalam delapan bulan di bulan November. Keputusan bank sentral ini sejalan dengan ekspektasi, meskipun para pedagang terkejut dengan fakta bahwa tiga pengambil kebijakan memilih penurunan suku bunga sementara enam lainnya memilih untuk mempertahankannya, sebuah langkah yang lebih dovish dibandingkan perkiraan.
Dalam berita bank sentral lainnya, Riksbank Swedia mengumumkan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Kamis, dan bank sentral Norwegia mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah, namun menyarankan pihaknya dapat mulai menurunkan suku bunga pada bulan Maret 2025.

