Risalah The Fed Indikasikan Pemotongan Bunga Bertahap, Yield USTreasury Naik
NEW YORK, investortrust.id – Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik pada Selasa (26/11/2024), setelah investor menganalisis risalah pertemuan terakhir Federal Reserve. Investor juga menanti data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini.
Baca Juga
Risalah The Fed Sebut Inflasi Mereda, Indikasikan Pemangkasan Suku Bunga ‘Bertahap’
Dikutip dari CNBC, imbal hasil obligasi 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi 4,296%, memulihkan sebagian penurunan yang terjadi pada sesi Senin. Sementara itu, hasil obligasi 2 tahun mendekati posisi datar di 4,254%.
Risalah Fed
Risalah pertemuan terakhir Federal Reserve, yang berlangsung awal bulan ini, menyebutkan bahwa pemotongan suku bunga lebih lanjut kemungkinan besar akan terjadi, namun dilakukan secara bertahap. Pada pertemuan tersebut, Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25% ke kisaran 4,50%-4,75%.
“Dalam pembahasan mengenai prospek kebijakan moneter, peserta pertemuan memperkirakan bahwa jika data yang masuk sesuai dengan ekspektasi—di mana inflasi terus menurun secara berkelanjutan menuju 2 persen dan ekonomi tetap mendekati tingkat lapangan kerja maksimum—kemungkinan besar akan sesuai untuk secara bertahap bergerak menuju kebijakan yang lebih netral seiring waktu,” bunyi risalah tersebut.
Pemangkasan suku bunga Fed dimulai pada bulan September, dengan pertemuan berikutnya Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan pada 17-18 Desember.
Ekspektasi Pasar
Menurut FedWatch Tool dari CME Group, pasar memperkirakan peluang sekitar 60% bahwa Fed akan memangkas suku bunga lagi sebesar 0,25% pada bulan depan, sementara 40% sisanya memperkirakan tidak ada perubahan.
Risalah ini dirilis sehari sebelum data inflasi utama, yaitu Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Oktober, yang akan diumumkan Rabu. PCE adalah indikator inflasi yang diutamakan oleh Fed dan menjadi dasar pengambilan keputusan kebijakan moneter.
Pada Selasa, data penjualan rumah baru bulan Oktober jauh di bawah ekspektasi Wall Street. Selain itu, kepercayaan konsumen bulan November sedikit lebih lemah dari perkiraan, dan indeks manufaktur Richmond Fed juga meleset dari proyeksi ekonom.
Investor juga terus menilai keputusan Presiden-terpilih Donald Trump untuk memilih eksekutif hedge fund Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan. Penunjukan ini memberikan ketenangan kepada pasar modal, dengan harapan bahwa Bessent akan memprioritaskan stabilitas ekonomi dan pasar.

