Wall Street Sambut Positif Pilihan Menkeu Kabinet Trump, Dow Melesat dan Ukir Rekor Baru
NEW YORK, investortrust.id – Pesta di pasar saham AS berlanjut. Pada penutupan Senin waktu AS atau Selasa (26/11/2024) WIB, ketiga indeks utama Wall Street kompak menguat. Dow Jones melesat dan mengukir rekor baru. Indeks Russell 2000 juga melonjak.
Baca Juga
Wall Street Pesta Cuan di Akhir Pekan, Dow Akumulasi 400 Poin dan Cetak Rekor Baru
Reli pasar saham yang luas mendorong Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan indeks Russell 2000 yang berfokus pada saham berkapitalisasi kecil ke rekor baru pada Senin. Investor berspekulasi bahwa pilihan Presiden terpilih Donald Trump untuk Menteri Keuangan, Scott Bessent, akan membantu mendorong ekonomi tanpa memicu inflasi.
Indeks blue-chip Dow melonjak 440,06 poin atau 0,99% menjadi 44.736,57. Indeks S&P 500 naik 0,3% ditutup pada 5.987.37. Keduanya mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di sesi ini, sedangkan Dow Jones mencetak rekor penutupan. Nasdaq Composite naik 0,27% menjadi 19.054,84.
Investor menyambut keputusan Trump untuk mencalonkan Bessent, pendiri Key Square Group. Russell 2000 melonjak 1,47% melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang dicapai pada 2021. Hampir 3 dari 4 saham dalam S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi selama sesi tersebut.
Investor melihat manajer hedge fund ini sebagai sosok yang mendukung pasar ekuitas. Mereka juga percaya bahwa Bessent dapat membantu meredam beberapa kebijakan proteksionis Trump yang ekstrem, seperti wacana pajak atas impor.
"Saya akan merekomendasikan agar tarif dikenakan secara bertahap," kata Bessent dalam wawancara dengan CNBC awal bulan ini sebelum ia dipilih. "Jika Anda menggabungkan penyesuaian harga itu dengan semua hal disinflasi lain yang dibicarakan Presiden Trump, kita akan berada pada atau di bawah target inflasi 2% lagi."
Hasil obligasi negara dan indeks dolar AS menurun setelah pemilihan Bessent pada Jumat lalu. Bahkan, hasil obligasi Treasury 10 tahun turun lebih dari 14 basis poin pada sesi Senin. Pergerakan ini, bersama dengan kenaikan pasar ekuitas pada Senin, menunjukkan reaksi positif terhadap keputusan Trump, menurut Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial.
"Anda tidak bisa meminta sambutan yang lebih baik dari pasar," kata Krosby, seperti dikutip CNBC.
Namun, sektor teknologi besar menunjukkan performa yang lebih beragam. Amazon dan Alphabet naik, sementara Nvidia dan Netflix mengalami penurunan.
Aksi pasar pada Senin menambah narasi bahwa reli pascapemilu telah dimulai kembali setelah mengalami jeda karena kekhawatiran tentang kenaikan hasil obligasi dan potensi inflasi dari kebijakan Trump.
Pasar AS akan tutup pada Kamis untuk libur Thanksgiving dan tutup lebih awal pada Jumat, sehingga volume perdagangan minggu ini diperkirakan rendah. Selama pekan perdagangan yang singkat ini, prospek suku bunga kemungkinan menjadi fokus utama.
Baca Juga
Powell dan Trump Berpotensi Bertabrakan dalam Kebijakan Suku Bunga
Investor akan memantau rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Oktober, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, pada Rabu. Risalah dari pertemuan kebijakan terbaru The Fed juga dijadwalkan dirilis sebelum Thanksgiving.

