Sentimen Positif Dongkrak Wall Street, Indeks Dow Melesat ke Rekor Tertinggi Baru
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Senin waktu AS atau Selasa (16/7/2024), didorong beberapa sentimen positif. Indeks Dow Jones Industrial Average melesat ke rekor tertinggi baru.
Investor berspekulasi bahwa upaya pembunuhan yang gagal terhadap mantan Presiden Donald Trump akan menghasilkan keuntungan besar bagi kandidat presiden dari Partai Republik dan Partai Republik pada pemilu bulan November.
Baca Juga
Peluang Menang Trump Makin Besar Setelah Penembakan, Ini Kata Investor
Kebijakan fiskal yang lebih ramah ke depan dipandang semakin memacu perluasan pasar ‘bullish’ yang mulai terbentuk minggu lalu.
Saham-saham berkapitalisasi kecil dan bank naik pada perdagangan Senin.
Blue-chip Dow melonjak 210,82 poin, atau 0,53%, menjadi 40.211,72. S&P 500 bertambah 0,28% menjadi 5.631,22. Keduanya menyentuh level tertinggi intraday baru di sesi tersebut, sementara Dow juga mencatatkan rekor penutupan. Nasdaq Composite naik 0,4% menjadi 18.472,57.
Baca Juga
Wall Street ‘Bullish’, Indeks Dow Melesat Tembus Rekor Baru di Atas 40.000
“Kabar baiknya adalah mantan Presiden Trump hanya terluka pada telinga, dan dia tidak terbunuh,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research, di acara “Worldwide Exchange” CNBC. “Sebagai hasilnya, saya pikir pasar akan terus melanjutkan momentumnya.”
Konvensi Nasional Partai Republik dimulai Senin di Milwaukee, Wisconsin. Trump unggul atas Presiden Joe Biden dalam jajak pendapat nasional.
Humana dan UnitedHealth Group masing-masing menguat. Perusahaan asuransi bisa mendapatkan keuntungan dari tekanan biaya yang lebih sedikit yang berasal dari pemerintahan Partai Republik.
Russell 2000 naik 1,8%, menyentuh level tertinggi sejak 2022 dan mencatat hari positif keempat berturut-turut. Goldman Sachs mengatakan masa jabatan Trump yang kedua dapat membantu perusahaan-perusahaan kecil berkinerja lebih baik, mengutip rekor kuat mereka setelah kemenangannya pada tahun 2016.
Saham Goldman Sachs bertambah 2,6% setelah membukukan pendapatan yang melebihi ekspektasi analis. SPDR S&P Bank ETF (KBE) dan SPDR S&P Regional Banking ETF (KRE) keduanya bertambah lebih dari 2%.
Goldman adalah salah satu dari lebih dari 40 perusahaan S&P 500 yang melaporkan pendapatan kuartal kedua minggu ini seiring dengan dimulainya musim baru. Daftar ini juga mencakup nama-nama terkenal seperti Bank of America, United Airlines dan Netflix.
Selain pendapatan, investor menganalisis komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang mengatakan bank sentral tidak akan menunggu sampai inflasi mencapai sasarannya sebesar 2% sebelum menurunkan suku bunga. Dia juga mengatakan skenario hard landing tidak mungkin terjadi pada perekonomian.
Baca Juga
Kabar Baik, The Fed Tak Akan Menunggu Sampai Inflasi 2% untuk Pangkas Suku Bunga

