Soal Hubungan Dagang, Penasihat Trump Desak Inggris Tinggalkan Gaya Sosialis Eropa
JAKARTA, Investortrust.id - Penasihat senior Presiden terpilih AS Donald Trump mendesak Inggris untuk lebih menyelaraskan diri dengan model perekonomian usaha bebas Amerika untuk mengamankan potensi kesepakatan perdagangan transatlantik.
Stephen Moore, salah satu tokoh ekonomi utama dalam tim Trump, menyatakan jika Inggris menjauh dari apa yang disebutnya sebagai pendekatan Eropa yang “lebih sosialis”, dapat membuka jalan bagi hubungan perdagangan Inggris-AS yang lebih kuat.
Dalam wawancara dengan program BBC Today, Moore menekankan bahwa Inggris menghadapi pilihan penting antara sistem ekonomi Eropa dan Amerika.
“Inggris benar-benar harus memilih antara model ekonomi Eropa yang lebih bersifat sosialisme dan model AS yang lebih didasarkan pada sistem usaha bebas,” ujarnya seperti dikutip Anadolu, Sabtu (16/11/2024).
Baca Juga
Dirut BSI Ikut Waspadai Kebijakan Ekonomi AS pada Era Donald Trump
“Saya percaya bahwa Inggris akan lebih baik jika bergerak menuju model kebebasan ekonomi yang lebih mirip dengan model Amerika. Jika hal tersebut terjadi, saya pikir hal ini akan memacu kesediaan pemerintahan Trump untuk (mencapai) perjanjian perdagangan bebas dengan Inggris,” tuturnya.
Komentar Moore muncul di tengah meningkatnya perdebatan mengenai masa depan perdagangan Inggris, ketika Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, sedang menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan kebutuhan dalam memperkuat hubungan dagang dengan Amerika Serikat (Washington) sekaligus dengan Uni Eropa (Brussels).
Ada perdebatan tentang apakah Inggris harus memprioritaskan salah satu pihak, atau apakah memungkinkan untuk menjalin kesepakatan perdagangan dengan kedua pihak tersebut sekaligus.
Pembicaraan perdagangan antara Inggris dan AS secara historis terhambat oleh ketidaksepakatan mengenai standar pertanian, termasuk kekhawatiran mengenai impor ayam yang diklorinasi dan daging sapi yang melewati treatment hormon ke Inggris.
Baca Juga
Asosiasi Tekstil Beberkan Dampak Buruk Proteksionisme Trump bagi Industri RI
Dalam mengatasi isu-isu kontroversial ini, Moore meremehkan tantangan-tantangan tersebut, dan menegaskan keyakinannya pada praktik pertanian Amerika.
“Saya pikir kita memiliki pusat pertanian terbaik di dunia. Jadi saya tidak akan melihat hal itu sebagai masalah,” katanya, sambil mengakui keberatan Inggris. "Saya tahu terakhir kali saya berada di London, ada masalah besar yang dihadapi banyak orang Inggris yang saya ajak bicara."
Pernyataan tersebut muncul ketika sebagian besar negara di dunia bersiap untuk penerapan tarif yang lebih tinggi oleh AS, ketika Trump kembali ke Gedung Putih pada tanggal 20 Januari 2025 mendatang. Banyak pemimpin negara berharap bisa menghindari hukuman perang dagang dari Negeri Paman Sam.

