Begini Arah Suku Bunga The Fed Setelah Kemenangan Trump
WASHINGTON, investortrust.id – Bank Sentral AS (The Fed) menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada Kamis (7/11/2024). Pertemuan Fed bulan November diundur sehari karena pemilihan presiden AS
Baca Juga
Pilpres AS 2024: Donald Trump Menang 'Electoral dan Popular Votes'
Pejabat Federal Reserve menyatakan bahwa kebijakan pelonggaran kini difokuskan untuk mendukung lapangan kerja, yang mereka pandang setidaknya sama pentingnya dengan menahan laju inflasi. Mengenai pasar tenaga kerja, pernyataan Fed menyebut, "umumnya kondisi telah melonggar, dan tingkat pengangguran naik, namun masih rendah." Komite kembali menyebutkan bahwa ekonomi "terus berkembang dengan laju yang solid."
Para pejabat sebagian besar menggambarkan perubahan kebijakan ini sebagai upaya untuk menyesuaikan kembali tingkat suku bunga agar sesuai dengan ekonomi yang inflasinya mulai mendekati target 2% bank sentral, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda sedikit melemah. Ketua Fed, Jerome Powell, telah berbicara tentang "mengkalibrasi ulang" kebijakan agar tidak lagi perlu seketat ketika bank sentral hanya berfokus pada pengendalian inflasi.
Terdapat ketidakpastian seberapa jauh Fed perlu melakukan pemotongan, mengingat pertumbuhan ekonomi makro tetap kuat sementara inflasi masih menjadi tantangan bagi rumah tangga di AS. Produk domestik bruto (PDB) tumbuh dengan laju 2,8% pada kuartal ketiga, lebih rendah dari perkiraan dan sedikit di bawah tingkat kuartal kedua, tetapi masih di atas tren historis AS sekitar 1,8%-2%. Proyeksi awal untuk kuartal keempat menunjukkan pertumbuhan sekitar 2,4%, menurut Atlanta Fed.
Secara umum, pasar tenaga kerja bertahan cukup baik. Namun, payrollnon-pertanian hanya meningkat 12.000 pada bulan Oktober, sebagian disebabkan oleh badai di wilayah Tenggara dan pemogokan tenaga kerja.
Keputusan The Fed diambil di tengah latar belakang politik yang berubah. Presiden terpilih Donald Trump meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan hari Selasa. Para ekonom umumnya memperkirakan kebijakan Trump akan membawa tantangan bagi inflasi, dengan rencana-rencananya yang mencakup tarif hukuman dan deportasi massal imigran tanpa dokumen. Pada masa jabatan pertamanya, inflasi tetap rendah sementara pertumbuhan ekonomi, di luar fase awal pandemi Covid, tetap kuat.
Meski begitu, Trump adalah kritikus keras Powell dan rekan-rekannya selama periode pertamanya menjabat, dan masa jabatan Powell berakhir awal 2026. Bank sentral biasanya berhati-hati untuk tidak mengomentari masalah politik, tetapi dinamika Trump dapat menjadi pengaruh dalam arah kebijakan ke depan.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell hanya menjawab singkat ketika wartawan menanyakan kemungkinan ia ‘digusur’ oleh Trump. Dilansir CNBC, Powell hanya mengatakan “Tidak”, bila dia diminta untuk mengundurkan diri. Karena, secara hukum, Presiden tidak bisa memberhentikan pimpinan Bank Sentral.
Percepatan aktivitas ekonomi di bawah Trump dapat mendorong Fed untuk memangkas suku bunga lebih sedikit, tergantung pada bagaimana inflasi merespons.
Pertanyaan muncul terkait titik “terminal” bagi Fed, atau titik di mana ia memutuskan telah cukup memangkas suku bunga dan mencapai tingkat suku bunga yang tidak mendorong atau menahan pertumbuhan. Para trader memperkirakan kemungkinan Fed akan menyetujui pemotongan lain sebesar seperempat poin pada bulan Desember, lalu jeda di bulan Januari untuk menilai dampak dari langkah-langkah pengetatannya, menurut alat FedWatch dari CME Group.
FOMC mengindikasikan pada bulan September bahwa anggota komite memperkirakan pemotongan setengah poin lagi hingga akhir tahun ini dan satu poin penuh lagi pada tahun 2025. Plot "dot" dari harapan masing-masing pejabat pada bulan September menunjukkan tingkat terminal sebesar 2,9%, yang menyiratkan pemotongan setengah poin lagi pada 2026.
Meskipun Fed menurunkan suku bunga, pasar belum merespons secara sejalan. Hasil obligasi Treasury melonjak lebih tinggi sejak pemotongan September, begitu pula suku bunga hipotek. Suku bunga hipotek 30 tahun, misalnya, naik sekitar 0,7 poin menjadi 6,8%, menurut Freddie Mac. Hasil Treasury 10 tahun naik hampir sama besar.
Baca Juga
Fed berupaya mencapai "soft landing" bagi perekonomian, di mana inflasi dapat dikendalikan tanpa menyebabkan resesi. Indikator inflasi pilihan Fed baru-baru ini menunjukkan tingkat 2,1% untuk 12 bulan, meskipun inflasi inti tidak termasuk makanan dan energi, yang dianggap sebagai indikator jangka Panjang, lebih baik. Berada di angka 2,7%.

