Militer Israel Serang Rafah, PBB Khawatir Korban Makin Banyak
YERUSALEM, Investortrust.id - Militer Israel mulai melebarkan serangan ke Rafah, wilayah perbatasan Gaza dan Mesir. PBB khawatir makin banyak korban berjatuhan.
Baca Juga
Otoritas medis menyatakan setidaknya 17 orang tewas dalam serangan udara Israel ke Rafah sepanjang Sabtu malam.
Empat bulan setelah menggempur Gaza, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyanhu telah memerintahkan militernya untuk masuk ke wilayah Rafah dan menghancurkan empat batalion Hamas yang ada di sana. Israel mengklaim serangan udara pada Sabtu lalu telah menewaskan dua pimpinan pelaksana operasi Hamas.
Kemenkes Gaza menyatakan 117 warga Palestina telah terbunuh, dan 152 lain luka-luka selama 24 jam terakhir hingga Sabtu,seperti dikutip Aljazeera..
Serangan Israel juga menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan/ Sementara itu, PBB mengestimasi 60 persen infrastruktur di wilayah kantong itu rusak atau hancur.Serangan militer Israel ke Rafah dikhawatirkan akan makin menambah banyak korban.
Sejak dimulainya serangan Israel terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023, Israel memerintahkan penduduk di bagian utara dan tengah Gaza untuk mengungsi ke bagian selatan wilayah tersebut, yang menyebabkan kondisi yang penuh sesak saat ini di wilayah selatan, terutama di Rafah.
Israel terus melanjutkan serangannya di Gaza, di mana sedikitnya 28,064 warga Palestina telah terbunuh dan 67,611 orang lainnya terluka sejak 7 Oktober 2023.
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa atas permintaan Mesir dan Amerika Serikat, operasi militer di Rafah dimulai setelah selesainya "evakuasi besar-besaran" penduduk dari kota tersebut.
Operasi tersebut akan dilakukan setelah adanya kesepakatan antara Tel Aviv dan Kairo mengenai aktivitas militer Israel di wilayah perbatasan antara Gaza dan Mesir, yang dikenal sebagai Poros Philadelphi.
Baca Juga
Terdesak Serangan Israel, Lebih dari Satu Juta Warga Palestina Mengungsi di Rafah

