Bukan Cuma Buka Peluang Bisnis, Ini Harapan Wamenlu ke Indonesia-South and Central Asia Business Forum
JAKARTA, investortrust.id –Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berharap Indonesia-South and Central Asia (Inasca) Business Forum dan Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) yang digelar untuk pertama kalinya tahun ini tidak sekadar menjadi pintu masuk bagi perusahaan di Tanah Air untuk berekspansi bisnis ke Asia Selatan dan Tengah.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala N. Mansury berharap forum bisnis yang mengusung tema “Unlocking Potential and Fostering Economic Partnership” diharapkan bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh Indonesia dan negara-negara di kawasan tersebut.
Salah satu di antaranya adalah persoalan pangan yang muncul seiring dengan pertumbuhan populasi. Seperti halnya Indonesia, negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah menurut Pahala juga masih mengimpor beberapa komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
Baca Juga
Perluas Pasar Produk Indonesia, Kemenlu Siap Gelar Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) 2024
"Lewat Inasca Business Forum diharapkan dapat dieksplorasi cara-cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan keamanan pangan. Karena ini tidak hanya tentang memastikan pasokan rantai pangan tetapi juga mengembangkan pasokan pupuk, yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian," kata Pahala di Four Seasons Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2024).
Kemudian, Pahala juga berharap Inasca Business Forum dapat menyelesaikan persoalan di sektor kesehatan, khususnya pasokan alat-alat kesehatan obat-obatan di dalam negeri. Indonesia saat ini masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
"Sedangkan beberapa negara di Asia Selatan dan Tengah telah mengembangkan beberapa kemampuan untuk kapasitas produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan farmasinya sendiri,” katanya.
Baca Juga
Oleh karena itu, menurut Pahala, peluang kerja sama perusahaan Indonesia untuk produksi alat-alat kesehatan dan obat-obatan dengan perusahaan asal Asia Selatan dan Tengah terbuka lebar. Di sisi lain, negara-negara di kawasan tersebut juga bisa belajar ke Indonesia bagaimana meningkatkan kemandirian dan kualitas layanan kesehatannya.
"Dengan memanfaatkan keahlian dan sumber daya yang ada, negara-negara di kawasan ini dapat meningkatkan kemandirian dan kualitas layanan kesehatan mereka," tegasnya.
Tidak hanya pangan dan kesehatan, Pahala juga menyoroti peluang kerja sama yang menguntungkan bagi Indonesia maupun negara-negara di kawasan Asia Selatan di sektor energi. Dia menyebut sudah seharusnya Indonesia melirik negara-negara di kawasan tersebut yang punya cadangan minyak bumi dan gas alam untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri dengan harga kompetitif.
"Indonesia saat ini mengimport sekitar 500.000 hingga 600.000 barel minyak dan produk setara setiap hari. Lalu, memastikan keamanan energi, kerja sama dalam pasokan, investasi, dan teknologi eksplorasi minyak dan gas sangat penting," tuturnya.
Baca Juga
Istana Bantah Jokowi Tak Salami Try Sutrisno saat HUT Ke-79 TNI
Indonesia dengan pengalamannya memanfaatkan sumber energi baru terbarukan dapat membagikan pengalamannya ke negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah. Pahala menyebut Indonesia sangat mungkin membantu negara-negara di kawasan tersebut mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya dan hidrogen.
"Seiring transisi global menuju sumber energi terbarukan, kerja sama antara Indonesia dan negara-negara di Asia Selatan dan Tengah dalam pengembangan energi surya dan hidrogen juga sangat potensial," imbuhnya.

