Menlu RI Temui PM Slovenia, Apresiasi Dukungan Penuh Terhadap Palestina
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Slovenia Robert Golob di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-79 di New York, Amerika Serikat (AS) pada Jumat (27/9/2024) waktu setempat. Slovenia merupakan Presiden Dewan Keamanan (DK) PBB pada September 2024.
Dalam pertemuan tersebut, Retno mengapresiasi keputusan Slovenia yang telah mengakui kedaulatan Palestina pada 4 Juni 2024 lalu. Slovenia menjadi negara anggota PBB ke-145 dan negara anggota Uni Eropa ke-10 yang mengakui Palestina.
Pengakuan resmi itu dilakukan setelah pemungutan suara yang diikuti oleh 52 anggota parlemen yang mendukung dan tidak ada yang menentang. Slovenia mengikuti jejak Norwegia, Spanyol, dan Irlandia juga sudah mengakui Palestina pada Mei 2024 lalu.
Baca Juga
Indonesia Sambut Baik Resolusi PBB Desak Israel Angkat Kaki dari Palestina
Sama seperti Indonesia, Slovenia memutuskan memberikan advisory opinion di Mahkamah Internasional atau International Court Justice (ICJ) dan menjadi satu dari sedikit negara anggota Uni Eropa (EU) yang mengambil langkah tersebut. Slovenia juga secara konsisten menyerukan pentingnya gencatan senjata dan kelancaran pemberian bantuan kemanusiaan bagi Gaza.
Selain itu, Slovenia konsisten dalam mendukung kerja Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat atau The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA).
Baca Juga
“Indonesia berharap agar Slovenia, sebagai Presidensi DK PBB, terus mendorong perjuangan rakyat Palestina, termasuk melalui pengiriman bantuan kemanusiaan, dan mendesak Israel hentikan kekejaman dan pendudukannya di Palestina,” ujar Retno mengutip keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Sabtu (28/9/2024).
Pada kesempatan yang sama, Retno juga mengajak PM Slovenia untuk mendorong kerja sama di bidang air, terutama melalui saling tukar pengalaman dan alih teknologi untuk memastikan akses air bersih bagi negara-negara yang membutuhkan.
Isu air dan kebencanaan tengah menjadi perhatian di tengah bencana Badai Boris yang menerjang kawasan tengah dan timur Eropa. Bencana itu menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir hingga tak teraliri listrik.
PM Slovenia juga sepakat untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret salah satunya dalam pemanfaatan teknologi komputer super (super computer), kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan teknologi satelit dalam memantau cuaca dan sumber daya air.

